Tak terbayangkan bagaimana rasanya menghabiskan hari tua di rumah yang nyaris rubuh. Mbah Sukar cemas hampir sepanjang waktu. Untuk itu, yuk bantu perbaiki rumah mbah pemecah batu ini!

Bahagiakan Hari Tua Mbah Sukar, Hadirkan Rumah Layak Huni untuknya

Update : 29 Dec, 2020

Namanya Mbah Sukar, lelaki paruh baya yang tinggal di Dusun Bandungan RT 16/ RW 03, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten bersama sang istri.

9c894a41f84db55e044e75e9c7475edb.jpg

Rumahnya hanya berdindingkan anyaman bambu yang sudah tidak utuh dan sewaktu-waktu bisa saja roboh. Ukurannya pun hanya 4 x 5 meter dengan beratapkan genting yang sudah banyak bocor. Lantai rumah Mbah Sukar berupa tanah tanpa semen maupun keramik. Jangankan nyaman, rumah ini jauh dari kata layak untuk dihuni.

49306d3ea3c472c3e03936e0d10045d0.jpg

“Beginilah Mas kondisi rumah kami, rumahnya udah reyot banyak yang bocor juga soalnya cuma dari bilik bambu aja. Kalau hujan datang kami suka takut kalau rumah roboh soalnya gak kuat nahan angin”, ujar Mbah Sukar.

“Rumahnya gak ada sekatnya mas, lantainya juga masih tanah jadi kalo misalnya basah suka licin harus hati-hati biar gak kepeleset. Di rumah Mbah juga gak ada air kadang kalo harus minta ke tetangga dulu buat minta air tapi kan namanya orang gak enak kalo harus minta mulu jadi si Mbah harus ngambil yang jaraknya lumayan jauh.”

9a548f35ec9b1d1445136dab0dc89056.jpg

Mbah Sukar bergantung pada bantuan dari tetangga untuk mendapatkan air bersih. Jika tidak, ia harus berjalan cukup jauh ke sumber air terdekat. Ia pun masih mengandalkan kayu bakar untuk kegiatan masak-memasak.

Setiap malam, tubuhnya yang renta harus berbaring setiap malam di sebuah dipan bambu lapuk dengan alas tikar. Tentu tak cukup menjadi pelipur penat setelah sepanjang hari memeras keringat sebagai pemecah batu. Itulah pekerjaan yang ia upayakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan upah Rp 25.000 – 30.000 per hari, penghasilan tersebut hanya cukup untuknya makan bersama istri.

“Kalau buat menuhin kebutuhan sehari-hari Alhamdulillah si Mbah masih sanggup jadi tukang batu atau yang suka pecahin batu gitu, kalau Mbah gak kerja mau siapa lagi yang ngasih makan. Kadang badan Mbah kalau malem suka sakit soalnya pas siang harus ngangkat batu-batunya. Maklum lah Mas, Mbah udah gak muda lagi jadi tenaganya udah gak kayak dulu,” cerita si Mbah tentang kegiatannya sehari-hari

53bbec42318d96aad0683b575becfd26.jpg

Sahabat Dermawan, Mbah Sukar mungkin mengingatkan kita pada orang tua atau nenek-kakek di kampung halaman. Tegakah kita membiarkan sepasang lansia ini hidup memprihatinkan tanpa kita tergerak untuk membantu sedikit pun?

InsyaAllah, ACT Solo akan memberikan pendampingan terbaik untuk Mbah Sukar, dengan bantuan pangan pokok. Kami juga berikhtiar untuk merenovasi rumahnya jadi lebih layak huni, namun ikhtiar ini butuh partisipasimu. Yuk, bersama kita bantu wujudkan impian Mbah Sukar untuk hidup nyaman tanpa rasa kedinginan ataupun cemas rumahnya akan rubuh.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan

ACT Solo

Created 29 Dec, 2020 Klaten, Jawa Tengah Pemberdayaan Ekonomi

Target

Rp 2,562,415 Dari Rp 30,000,000

9% Terkumpul by 38 Sedekah 95 hari tersisa