Bukan perkara mudah bagi anak-anak prasejahtera Denpasar belajar mengaji gratis. Itulah yang berusaha dihadirkan TPQ Al-Kautsar. Kini, TPQ tersebut terancam tutup. Jangan biarkan murid-murid kehilangan tempat belajar!

Bantu Tempat Belajar Ngaji Anak-Anak Denpasar Tetap Berdiri

Update : 01 Jan, 2021

Mendidik anak-anak agar bisa membaca dan menulis Alquran di sebuah kota destinasi wisata, yang mana Islam merupakan agama minoritas, tentu jadi tantangan tersendiri. Itulah yang dirasakan Pak Harun, seorang guru mengaji di Kota Denpasar.

Walaupun terjal lika-liku perjuangannya, ia berhasil mendirikan sebuah TPQ untuk anak-anak di kawasan pusat kota. Dengan memanfaatkan sebuah gudang bekas pengecatan sangkar burung yang ia cicil dengan dana pribadi, TPQ Al-Kautsar berdiri pada tahun 2007 dan telah mencetak ratusan anak dengan kemampuan baca-tulis Alquran yang baik, serta teguh memegang ajaran Islam.

272686d03ce7c26ad5b7a86199b54e03.jpg

Pak Harun bukanlah seorang hartawan. Ia hanyalah seorang tukang cat sangkar burung keliling dengan penghasilan tak seberapa. Meskipun demikian, ia tetap maksimal memfasilitasi kegiatan belajar anak-anak TPQ tanpa menetapkan iuran belajar. Ia sadar, bahwa sebagian besar murid yang belajar di sini berasal dari keluarga minim biaya. Jumlah murid TPQ saat ini ada 64, yang umumnya merupakan anak-anak buruh serabutan dan pedagang keliling. Bahkan, separuh dari muridnya adalah anak yatim.

1b55d226d6f68a2e6f0b805fa4947706.jpg

Akan tetapi, saat ini Pak Harun butuh pertolonganmu, Sahabat.

TPQ Al-Kautsar terancam ditutup. Hal ini karena cicilan pembelian tanah sudah nyaris setahun tidak dibayarkan. Selama ini memang biaya operasional TPQ bergantung penuh pada penghasilan Pak Harun. Sementara itu, sejak pandemi melanda, usahanya mengalami krisis hingga terpaksa gulung tikar. Untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari bagi ia dan keluarganya saja, Pak Harun sudah sangat kesulitan. Apalagi untuk mengurus TPQ.

ab467dfe18cb5317b57434f2c8d2c745.jpg

Tiga belas tahun perjuangannya tiba-tiba terasa berada di ujung tanduk. Akankah TPQ ini benar-benar harus tutup? "Saya sudah pasrah, Mas. Terserah kehendak Allah. Jika memang TPQ ini harus digusur, ya sudahlah. Saya berusaha nyari talangan 60 juta untuk menutup semua cicilan tanah. Tapi hingga kini belum ada cahaya menggembirakan," ungkapnya pilu. "Saya tidak bisa memungut biaya untuk belajar Alquran, kasihan mereka banyakan dari keluarga tidak mampu. Biar semua ini jadi pahala jariyah yang akan saya pakai ketika menghadap Allah."

Sahabat, bantu Pak Harun yuk membayar cicilan bangunan, agar TPQ Al-Kautsar tetap beroperasi dan anak-anak Denpasar bisa terus belajar mengaji.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan

ACT BALI

Created 30 Dec, 2020 Denpasar Pendidikan dan Dakwah

Target

Rp 40,518,101 Dari Rp 50,000,000

81% Terkumpul by 235 Sedekah 62 hari tersisa