Minim Penghasilan, Dukung Guru Honorer ini Punya Usaha Sampingan

Belasan tahun Bu Dewi mendedikasikan hidup sebagai guru honorer. Pendapatannya jauh dari kata cukup. Sebelum pandemi ia punya penghasilan tambahan, namun kini tidak lagi. Padahal, sang suami tak bisa bekerja karena sakit jantung.

Simpan

Minim Penghasilan, Dukung Guru Honorer ini Punya Usaha Sampingan

Target

0 0

0%
0 33 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

Minim Penghasilan, Dukung Guru Honorer ini Punya Usaha Sampingan

Update : 30 Jun, 2021


“Suatu waktu kami pernah nekat utang di warung (dekat rumah). Waktu itu utang cumi kering yang sebungkus Rp12 ribu, tapi karena yang punya warung enggak yakin kita sanggup bayar, akhirnya enggak dikasih. Ya sudah yang ada saja seperti singkong, bayam, katuk itu yang dikonsumsi. Kadang juga biji nangka jadi makan malam kami.”

---

Sahabat Dermawan, demikian yang diungkapkan seorang perempuan asal Bekasi, Ibu Dewi Sumirah (42). Sehari-hari, sebelum dirinya terdampak pandemi, Ibu Dewi merupakan guru honorer yang telah mengabdikan diri sejak 10 tahun silam di berbagai sekolah di Bekasi.

885ea2f5c74579bbf1b7ff43c430da83.jpg

Dari pertama hingga terakhir kali mengajar, Ibu Dewi menerima upah sebesar Rp88 ribu hingga paling besar Rp186 ribu setiap bulan. Pendapatan yang tak seberapa, ia pun terpaksa harus menambal sulam demi memenuhi kebutuhan hidup dengan mengajar privat dari rumah ke rumah.

“Kalau mau cari pekerjaan yang lebih bisar gajinya itu banyak banget, tapi saya sudah terlanjur senang mengajar, jadi tulus buat pengabdian. Kalau dihitung (pendapatan) cukup enggak cukup. Makanya saya cari penghasilan lain lewat mengajar privat dari rumah ke rumah, ada juga yang datang ke rumah saya,” ujar Dewi.

42f29b37ef89f393c456f0d9a5d1c16b.jpg

Dari mengajar privat, ia bisa mengantongi upah sebesar Rp500 ribu per bulan. Namun, kini kondisinya berubah drastis. Sejak pandemi menghempas, Ibu Dewi kehilangan sumber pendapatannya tersebut. Kondisinya diperparah dengan kondisi suami yang tidak lagi bisa bekerja karena mengalami sakit jantung.

Ibu Dewi yang menetap di rumah peninggalan neneknya, di kawasan Setu, Kabupaten Bekasi, tersebut hanya mengandalkan kedermawanan para tetangga guna mencukupi kebutuhan. Bahkan, pernah suatu waktu, ia terpaksa memakan dedauan dari tanaman sayur yang ada di belakang rumahnya.

21d55e98a1aeeb41d570dc9237768fad.jpg

Kini, Bu Dewi masih menaruh harapan besar untuk bisa kembali menjalani profesi yang ia cintai sebagai guru dan juga bisa memiliki usaha sendiri yang bisa dijalani oleh dirinya dan suami guna bisa memutar ekonomi untuk menopang kehidupan keluarga.

Sahabat, insya Allah Aksi Cepat Tanggap akan melanjutkan ikhtiar terbaik untuk membantu Ibu Dewi dan keluarga lewat bantuan bahan pangan dan modal usaha. Mau kan, ikut serta bantu Ibu Dewi agar hidup layak?

Yuk, bantu dengan sedekah kita di laman aksi ini!

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang