Wujudkan Balai Pengajian untuk Adik-Adik di Desa Weu Siteh

Rumah panggung kayu Bu Nurfaizah semakin lapuk dan tak sanggup menampung adik-adik yang mengaji. Yuk wujudkan balai pengajian baru yang lebih layak dengan sedekah jariyah terbaikmu!

Simpan

Wujudkan Balai Pengajian untuk Adik-Adik di Desa Weu Siteh

Target

0 0

0%
0 33 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

Wujudkan Balai Pengajian untuk Adik-Adik di Desa Weu Siteh


Suara anak-anak membaca AlQur’an menggema dari rumah panggung kayu di Desa Weu Siteh, Sukamakmur, Aceh Besar. Rumah berusia 60 tahun itu milik Bu Nurfaizah (34 th), seorang difabel beranak satu yang sudah 8 tahun mendedikasikan dirinya mengajar anak-anak Weu Siteh dan sekitarnya membaca Alquran. Ia menjadikan salah satu serambi rumah berukuran 3 x 8 meter tempatnya mengajar 30 santri.

526d47c00067c51016bd2156ce3af79d.jpg

Anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun terlihat begitu semangat belajar. Mereka tampak mengenakan pakaian khas mengaji seperti peci, kaing sarung, dan mukena. Sebagian mereka menunjuk ayat yang dibacakan mengenakan lidi, lainnya mengenakan jari telunjuk.

468baaf2a66b636a503183eefd8cc075.jpg

Bergiliran mereka diajarkan satu per satu oleh Bu Nurfaizah dibantu adik perempuannya, Agustina. Bu Nurfaizah mengenakan muken putih, sabar mengeja bacaan ayat Alquran, diikuti santrinya. Sementara kipas angin terus berputar memudarkan pengap udara ruangan. Pintu bertempelkan stiker ukuran A4 bertuliskan keluarga tidak mampu dibiarkan terbuka agar udara bebas masuk. Terkadang rumah sedikit bergoyang jika beberapa orang naik sekalian.

ea1d2b08dcbd880597616237594df15a.jpg

Bu Nurfaizah merupakan seorang difabel beranak satu, masih bayi. Kedua tangannya mengalami polio sejak lahir. Hal itu tidak menyurutkan niatnya mengajarkan cara membaca qalam ilahi. Ia berharap ilmu yang disalurkannya menjadi amal jariyah tatkala ia pergi selamanya dari dunia ini. Anak-anak pun menjadi dekat dan cinta kepada Alquran. Diakuinya, memang butuh kesabaran ekstra mengajarkan anak-anak belajar Alquran dari dasar. “Sifatnya anak-anak ya begitulah. Namun kita senang,” ujarnya sambil tersenyum.

3229819cc7d11199b2997d5e73c257ad.jpg

Hari demi hari santri Bu Nurfaizah kian bertambah. Ruang belajar menjadi semakin sempit. Ia berharap bisa mendirikan sebuah balai pengajian khusus berukuran 10 x 5 meter di lahan kosong di samping rumahnya. Ditambah Alquran serta satu lemari tempat menyimpan Alquran.

Namun, faktor ekonomi memaksanya mengurungkan niat mulianya agar anak-anak pengajian bisa belajar Alquran lebih nyaman. Meskipun demikian, ia tidak pernah meminta imbalan sepeserpun dari santri-santrinya. “Ya, kalau diberikan (infak) oleh orang tua mereka saya terima. Kalau tidak ada ya tidak apa-apa,” paparnya. Penghasilan keluarga kecil Bu Nurfaizah pun tidak menentu. Selain mengajar Alquran, Bu Nurfaizah hanyalah seorang ibu rumah tanggap beranak dua. Usianya masih balita. Sedangkan suaminya, Rahmat (32), juga seorang difabel. Ia mengalami kesulitan berkomunikasi dan kini bekerja serabutan. “Mudah-mudahan ada dermawan mewakafkan sebagian hartanya membangun balai pengajian untuk anak-anak saya di pengajian,” imbuhnya.

19b6299babb1a835e58a932e1de8bff6.jpg

Sahabat Dermawan, yuk jadi sosok yang mewujudkan keinginan Bu Nurfaizah. Dengan sedekah jariyahmu, kita bangun balai pengajian yang layak bagi anak-anak didik Bu Nurfaizah.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang