Bangun Rumah Impian Bu Ngat Penjual Kacang

Bu Ngatmina berharap di usianya yang tak lagi muda, beliau bisa tidur di malam hari tanpa harus menggigil kedinginan, tidur berlapis kain yang tak mampu menghalau hujan. Harapan Bu Ngatmina sederhana, supaya tak kedinginan ketika malam.

Simpan

Bangun Rumah Impian Bu Ngat Penjual Kacang

Target

0 0

0%
0 Tidak ada waktu lagi
Jadi Duta Kemanusiaan

Bangun Rumah Impian Bu Ngat Penjual Kacang

Update : 04 Apr, 2021


“Rumah saya kebanjiran kalau hujan, mbak. Atapnya seringkali hampir terbang kalau kena angin kencang. Kamar mandi saya cuma saya tutupin triplek, gimana lagi saya orang nggak punya.” Demikan ujar Bu Ngatmina (58) kepada tim Aksi Cepat Tanggap Surabaya yang berkunjung ke kediaman beliau.

e642a9278232897bd1f3becba894ec34.jpg

Rumah beliau berukuran kurang lebih 4x4m, masuk ke kediaman beliau tim ACT sudah disambut dengan kamar mandi ala kadarnya, berdindingkan triplek sebagian bata putih dan beratap asbes separuh saja. Seberang kamar mandi sudah kamar tidur dan dapur jadi satu. Beliau tinggal bersama anak bungsunya yang berusia 17 tahun, anak Bu Ngatmina ini sudah putus sekolah sejak SD karena keterbatasan biaya.

Bu Ngatmina tinggal berdua saja dengan anak bungsunya, beliau adalah seorang janda dengan 5 anak, keempat anak lainnya sudah berkeluarga dan mengurusi keluarganya masing-masing. Sedang Bu Ngatmina masih berjuang berjualan kacang dan kerupuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setiap harinya Bu Ngatmina menggoreng kerupuk puli dan membungkus kacang-kacang di plastik-plastik kecil. Beliau menyegel setiap plastic kacang dengan api dari sebuah lilin. Kadang beliau membungkusi kacang hingga malam tiba, dengan penglihatan yang tak lagi cerah dan pencahaan lampu yang tak memadai. Bu Ngatmina menjajakan kacang dan kerupuk dengan berjalan kaki dari kampung ke kampung. Saat kakinya tak mampu lagi berjalan jauh, beliau hanya bisa berkeliling di sekitar kampung yang dekat dengan kediamannya.

Tak jarang beliau merasa letih dan lelah, di usianya yang tak lagi muda beliau masih harus berjuang mengisi perut dirinya dan anaknya. Tak tergapai rasanya memiliki rumah yang nyaman dan indah, asal ada tempat berteduh beliau sudah bahagia. Padahal, kondisi rumah Bu Ngatmina amat kecil, sempit, dengan dinding bata putih dana tap asbes, beralaskan tanah dan lubang-lubang menghiasi dinding dan atapnya. Rumah Bu Ngatmina berada di kawasan pemulung, sehingga kondisi baunya kurang sedap, jalan di luar rumah pun rusak.

Bu Ngatmina berharap di usianya yang tak lagi muda, beliau bisa tidur di malam hari tanpa harus menggigil kedinginan, tidur berlapis kain yang tak mampu menghalau hujan. Harapan Bu Ngatmina sederhana, supaya tak kedinginan ketika malam.

Orang Baik, bantu Bu Ngatmina yuk untuk mendapatkan rumah yang layak dan tak kedinginan ketika malam datang.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan