Sering Mati Listrik Ayo Bantu Santri Ponpes Al-Hikmah Gubukrubuh Miliki Genset

Sering mati listrik saat mengaji, santri di ponpes Al-Hikmah Gubukrubuh terpaksa menghentikan kegiatannya karena gelap. Ayo bantu mereka miliki Genset pribadi agar tenang belajar dan mengaji sepanjang hari, tidak perlu mengkhawatirkan listrik mati.

Simpan

Sering Mati Listrik Ayo Bantu Santri Ponpes Al-Hikmah Gubukrubuh Miliki Genset

Target

Rp 3,071,731 Dari Rp 30,000,000

10%
100 Dermawan 49 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

Sering Mati Listrik Ayo Bantu Santri Ponpes Al-Hikmah Gubukrubuh Miliki Genset

Update : 01 Apr, 2021


Mengaji adalah kebutuhan utama bagi para santri. Baginya mendalami ilmu agama, lantas mengamalkan serta mensyiarkan kepada masyarakat adalah amal kebaikan mulia seperti yang dicontohkan para Anbiya serta para Ulama. Namun apadaya, tatkala para santri lagi tekun-tekunnya mengaji, lantas terkendala penerangan listrik yang tiba-tiba mati, entah karena faktor cuaca atau karena kondisi listrik yang masih sering mengalami pemadaman.

ed85e8754c062d2315ecedbb27282ece.jpg

Kondisi seperti inilah yang sering dialami para santri di pelosok Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satunya di Pondok Pesantren Al-Hikmah Gubukrubuh, di ponpes ini ada dua ratusan santri yang mengaji (mondok) “seringkali ditengah jadwal mengaji kitab di malam hari, tiba-tiba listrik mati, padahal sedang tidak turun hujan, atau ada angin kencang,” ujar Maulana salah satu santri Ponpes Gubukrubuh.

Tidak satu atau dua kali saja, kondisi mati lampu ini sering terjadi berulang kali, apalagi saat musim penghujan yang kadang disertai angin kencang seperti saat ini. Lokasinya yang berada di Pelosok Kabupaten Gunung Kidul, bisa karena masih banyaknya pepohonan roboh yang kadang menimpa tiang atau kabel listrik, sehingga menyebabkan listrik padam.

e73ee3930cadccebab37d252d87cb10b.jpg

Pengasuh ponpes setempat, Kyai Ali Ikhsan juga menuturkan, bahwa kebutuhan mendesak agar para santri bisa tetap mengaji dan belajar Al Qur’an adalah genset, kadang terpaksa harus pakai penerangan lilin agar bisa tetap mengaji, atau kadang terpaksa dihentikan” ungkapnya.

Beliau pernah menyempatkan mencari genset bekas di pinggiran kota Yogyakarta untuk bisa dipakai di ponpesnya, namun sayangnya harga yang didapat masih cukup tinggi, sehingga ia mengurungkan niatnya membeli genset tersebut.

c4fa4ff5fdf700e5ab490025538dff46.jpg

Maklum, ponpes-ponpes di pelosok Gunung Kidul ini rata-rata merupakan ponpes tradisional, dimana para santri hanya diwajibkan iuran 200 ribu/bulan sudah bisa bermukim di ponpes, makan gratis, serta mengaji dan menghafal Al Qur’an.

Bahkan ada ponpes juga yang menggratiskan seluruh santrinya untuk belajar di Pondok Pesantren, sehingga kadang untuk pembangunan infrastruktur masih memerlukan kepedulian bersama.

Melihat kondisi ini Tim Aksi Cepat Tanggap Yogyakarta ingin berinisitif untuk menyediakan Genset agar pada saat listrik mati, para santri bisa tetap mengaji. Sehingga mereka dapat dengan tenang belajar dan mengaji sepanjang hari, tidak perlu mengkhawatirkan listrik mati.

fb238793d7252fc46d4c37de18666f1f.jpg

Sahabat maukah kamu patungan untuk bantu sediakan genset bagi para santri di Pondok Pesantren tradisional Al-Hikmah Gubukrubuh serta di Pondok pesantren lainnya di Yogyakarta? Agar penerangan terus terjaga, sehingga para santri tetap bisa belajar mengaji.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang