Menyambung Hidup dari Mengais Rosok, Yuk Berbagi Bersama Mbah Sogirah

Puluhan tahun Mbah Sogirah menjalani hidup dari mengais sampah untuk dijual. Yuk bantu ekonomi Mbah Sogirah

Simpan

Menyambung Hidup dari Mengais Rosok, Yuk Berbagi Bersama Mbah Sogirah

Target

0 0

0%
0 226 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

Menyambung Hidup dari Mengais Rosok, Yuk Berbagi Bersama Mbah Sogirah

Update : 26 Apr, 2021


Namanya Mbah Sogirah, di usianya yang sudah menginjak 63 tahun ia masih kuat mengayuh sepeda lebih dari 40 km setiap harinya dari rumahnya di Imogiri sampai ke Ringroad Utara Yogyakarta untuk mengumpulkan rosok kemudian dijual ke pengepul. Sudah 30 tahun beliau bekerja mengumpulkan rosok dengan mengayuh sepeda, semenjak sang suami meninggal dunia.

Rosok yang Mbah Sogira kumpulkan setiap harinya disetorkan kepada pengepul dan pendapatan 1 hari paling banyak 20 ribu, bahkan Mbah Sogirah bercerita pernah dalam 1 hari hanya membawa pulang uang 5 ribu rupiah padahal sudah berpeluh seharian mengayuh sepeda dan mengais-ngais sampah untuk memisahkan rongsok yang bisa dibawa pulang untuk dijual. Kendati demikian, Mbah Sogirah tetap bersyukur dengan apa yang dia dapat.

b1c85e9c9e43adcb033421a9aa065de1.jpg

Mbah Sogirah hanya tinggal berdua dengan anaknya yang bernama Lestari yang telah berumur 43 tahun namun belum menikah hingga kini, Lestari bekerja sebagai buruh tani menggarap lahan sawah milik tetangga. Jika sedang tidak mengumpulkan rosok Mbah Sogirah juga ikut kerja menanam padi milik sawah orang lain. Dengan bayaran 10-20 ribu perhari, namun pekerjaan ini tidak pasti ada hanya sesekali ketika musim tanam padi.

“Bersyukur dengan apa yang kita punya itu lebih baik mas daripada kita harus meminta-minta dijalan,” ungkap Mbah Sogirah.

Salah satu bentuk nyata dari cara bersyukurnya Mbah Sogirah adalah saat memiliki kelebihan rezeki, ia selalu membawa nasi bungkus untuk dibagikan ke orang yang dirasa membutuhkan, misalnya ke sesama teman tukang rosok, tukang becak, maupun orang yang lebih membutuhkan. “Walau tidak banyak, hanya 2-3 bungkus, alhamdulillah bisa berbagi ke sesama itu membuat hati tenteram,” pungkasnya.

9e2dde45d48cdd774f5f242308ec90cb.jpg

Ditengah keterbatasannya Mbah Sogirah masih menyempatkan untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan, terutama kepada sesama pengumpul rosok. 30 tahun bekerja sebagai pengumpul rosok membuat Mbah Sogirah senantiasa bersyukur atas kehidupan ini.

Kisah ini tidak hanya dialami oleh Mbah Sogirah, masih banyak para pengumpul rosok yang mengayuh sepeda setiap pagi menempuh jarak puluhan kilometer setiap harinya untuk menyambung kehidupan.

Ramadhan adalah momentum yang istimewa untuk umat Muslim di seluruh dunia, momen dimana kita berlomba dalam hal kebaikan. Mari bersama Mbah Sogirah kita berbagi paket istimewa Ramadhan untuk para lansia pengumpul rosok, lansia sebatangkara, dan juga keluarga prasejahtera di Pelosok Yogyakarta.

21a9c612514e8cea6c5fbddbee2a290a.jpg

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang