Ayo Hadirkan Hunian Layak untuk Penyintas Gangguan Jiwa

Ayo, beramal jariyah dengan sedekah terbaikmu untuk membantu rumah singgah penyintas gangguan jiwa!

Simpan

Ayo Hadirkan Hunian Layak untuk Penyintas Gangguan Jiwa

Target

0 0

0%
0 94 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

Ayo Hadirkan Hunian Layak untuk Penyintas Gangguan Jiwa

Update : 06 Apr, 2021


Sanggar Keswa adalah rumah singgah yang kini digunakan untuk merawat dan mendampingi orang dengan gangguan jiwa berumur lebih dari 20 tahun dan dihuni oleh belasan orang. Sampai dengan sekarang, Pak Rekan dan istrinya merawat para pasien dengan kondisi jiwa yang tempramen dan beraneka ragam secara mandiri. Pasien yang dirawat sebagian besar adalah orang dengan gangguan jiwa skizofrenia akut (kini pelan-pelan mulai membaik setelah mendapat perawatan) dan ada juga bipolar.

6ce44807fc0decc9e2d363bef5b85caa.jpg

Sebagian besar mereka ditemukan terlantar dan ditinggal oleh keluarga. Mereka datang ke panti dengan diantar orang tua atau kerabat masing-masing, ada juga yang datang diantarkan oleh Dinas Sosial, Perangkat Desa, Pekerja Sosial atau Kepolisian karena ditemukan dalam keadaan terlantar atau mengamuk di jalan atau melakukan hal kriminal (diakibatkan gangguan jiwanya). “Apabila pasien sudah sembuh (bisa mandiri) akan dikembalikan kepada keluarga, jika mempunyai keluarga, namun jika tidak ada, akan tetap tinggal di sanggar keswa sampai tidak tahu kapan. Seandainya tua di sini atau meninggal di sini, juga tidak tahu” Kata Pak Rekan.

c567941d95d6cc5db221a9b68dadaa7c.jpg

Walaupun mereka mempunyai kekurangan, tetapi mereka juga mempunyai banyak kelebihan dan itu adalah keistimewaan dari Tuhan untuk mereka. Mereka semua mempunyai kemauan dan kesadaran yang tinggi terhadap kelangsungan kehidupan untuk diri mereka serta mempunyai tekad untuk terus belajar tentang banyak hal yang nantinya akan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari agar dapat ikut serta aktif di tengah-tengah masyarakat kelak jika sudah keluar dari sanggar.

Disini, mereka diajarkan banyak hal, dari hal kecil seperti makan, mandi serta mencuci baju sendiri. Kemudian diadakan olahraga bersama, melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan sanggar, mengaji, dan belajar. Dalam waktu dekat, mereka akan diajarkan keterampilan membuat keset untuk menambah kegiatan mereka dalam sanggar.

256f92398b737edd06e53f92da1095e4.jpg

Awal mula Pak Rekan dan Bu Sulastri merawat mereka, karena tuntutan warga yang ingin para penyintas ODGJ mendapat perawatan dan pendampingan. Dan dengan niat penuh keikhlasan, Pak Rekan dan Bu Sulastri mengiyakan tawaran tersebut. Pada awal masanya, lingkungan sekitar mendukung program ini, dengan dalih penanganan ODGJ berbasis masyarakat, namun lambat laun, mulai melupakan bahkan memberikan stigma negatif kepada para penyintas. Dengan kondisi yang serba kekurangan, keluarga Pak Rekan tetap dengan ikhlas mendampingi para penyintas. “Kita tuh gimana ya, agar anak-anak (penyintas) bisa sembuh bisa berbaur dengan masyarakat, kita harus berusaha. Yang penting anak-anak (penyintas) tidak keluar, tidak ngganggu tetangga” Kata Bu Sulastri.

Pada tahun 2016, karena merasa prihatin dengan keadaan para penyintas ODGJ, Pak Rekan dan istrinya membuat gerakan “bebas pasung” di Kediri, hingga Kediri mendapatkan penghargaan bebas pasung dari pemerintah. Setiap beliau bertemu dengan penyintas dalam keadaan pasung, beliau memintakan pihak keluarga untuk dilepaskan. Dan Alhamdulillah, meski tanpa pendanaan yang cukup, mereka sekeluarga berhasil melepaskan pasung dari para penyintas. Dan cukup berhasil, karena dengan perawatan yang memadai, banyak penyintas yang “sembuh” (mandiri) dari ODGJ.

81268fbe883b46975064c3b8f988dc14.jpg

Untuk relawan yang stand by di Sanggar tidak ada, namun Alhamdulillah didukung dan dibantu oleh perawat dari Puskesmas untuk memantau kondisi jiwa para pasien seminggu sekali atau saat urgent siap dipanggil kapan pun. Dan terkadang banyak komunitas atau organisasi yang datang untuk sekedar mengantar makanan dan membuat kegiatan di Sanggar.

0f0da518720eabb78c5992f2a8a06813.jpg

Saat ini semakin banyak penyintas baru yang dititipkan ke Sanggar Keswa, tetapi di lain sisi tiga ruangan yang tersedia semakin penuh, serta masih banyak ruangan yang belum ada di dalam sanggar seperti ruangan untuk bermain, belajar serta makan dan untuk kegiatan lainnya. Saat ini, mereka mengandalkan teras di depan kamar-kamar mereka untuk berkumpul menonton tv, belajar, makan bersama dan juga bermain. Bahkan untuk keperluan sanitasi dan kebersihan para penyintas masih kurang, sehingga harus mengantri dan menunggu cukup lama. Ada pun untuk sholat dan mengaji harus dilaksanakan di teras depan rumah / di kamar-kamar karena belum ada mushola dan teras di depan kamar mereka luasnya kurang memadai untuk dilaksanakannya sholat berjamaah.

Dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap Kediri tergerak untuk melakukan penggalangan dana, dimana nantinya donasi yang terkumpul akan digunakan untuk;

1. Membangun ruangan baru, ruangan yang lebih lengkap seperti kamar tidur bagi laki-laki dan perempuan, ruang bermain, ruang belajar, ruang makan, dapur, kamar mandi dll.

2. Melengkapi sarana yang kurang seperti tempat tidur, kasur, almari pakaian dsb.

3. Renovasi ruangan yang akan digunakan untuk kamar bagi yang perempuan, serta penambahan
fasilitas-fasilitas lainnya.

Ayo, beramal jariyah dengan sedekah terbaikmu untuk membantu rumah singgah penyintas gangguan jiwa!

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang