Bantu Bu Tum Buka Klinik Bekam

Mari bantu Bu Tum untuk membantu menyehatkan saudara dengan membuka klinik bekam

Simpan

Bantu Bu Tum Buka Klinik Bekam

Target

0 0

0%
0 Tidak ada waktu lagi

Bantu Bu Tum Buka Klinik Bekam

Update : 15 Apr, 2021


“Saya harus tetap semangat untuk sehat, umat masih membutuhkan saya melalui syiar sehat lewat jasa bekam.”

Ada sosok rendah hati yang tak menginginkan imbalan.
Ia seringkali tak dibayar, namun tak mengurangi keikhlasannya untuk membantu menyembuhkan.

Sudah 11 tahun Bu Tuminem menyediakan jasa bekam. Dengan diantar sang suami, ia berpindah dari rumah ke rumah sesuai permintaan. Terkadang ia terpaksa tidak menerima pelanggan ketika sang suami tak bisa mengantar atau lokasi yang terlalu jauh. Bu Tuminem juga hanya memiliki 1 set alat bekam, sehingga pelanggan harus menunggu cukup lama untuk alat bekam disterilkan.

c2a911c9f9d15a566cfd84730d36bdf4.jpg

Bu Tuminem tak pernah meminta bayaran atas jasa bekamnya.
“Jika dibayar ya Alhamdulillah bisa untuk makan dan ganti bensin, kalau ga dikasih ya gapapa. Saya ikhlas. Niat saya bantu menyehatkan umat, dengan ridho Allah.”

Tak sedikit yang menyarankan Bu Tuminem untuk membuka jasa bekam di rumah, namun keterbatasan biaya tak memungkinkan untuk mewujudkannya. Ia sangat ingin untuk membuka jasa bekam di rumah namun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah pas-pasan, apalagi untuk membeli alat bekam dan berbagai keperluan jasa bekam lainnya.

Bu Tuminem tinggal di sebuah rumah pinjaman sederhana bersama suami, anak perempuan, dan kedua orang tuanya. Sang suami yang bekerja sebagai buruh harian lepas seringkali tak mendapatkan pekerjaan, upah pun tak menentu. Adanya pandemi membuat kehidupan Bu Tuminem semakin terhimpit.

1f07cc3a8b7736830eca94d9d9d2a04d.jpg

“Semenjak pandemi dampaknya terasa sekali. Suami pekerjaannya sedikit selama pandemi, belum lagi anak sekolah harus sbelajar online dari rumah. Suami gaada pemasukan, jasa bekam saya juga macet, buat bayar kuota internet untuk anak belajar online susah.”, tutur Bu Tuminem.

Beberapa waktu lalu Bu Tuminem sempat dirawat di rumah sakit. Kala itu sang suami tak mendapatkan pekerjaan, sedangkan sang anak menjalani ujian sekolah (online) sembari menunggu ibunya.

“Saya kemarin baru merasakan opname di rumah sakit (penyumbatan pembuluh jantung), suami ga kerja dan anak harus ujian. Anak saya nunggu di rumah sakit sambil ujian, harus tetap bayar kuota untuk belajar online. Ya Allah, sangat terasa sekali beratnya. Masya Allah...”

Kondisi kesehatan Bu Tuminem yang menurun juga menjadi salah satu faktor Bu Tuminem tak bisa menerima banyak pelanggan seperti dulu. Bu Tuminem hanya berharap ia dapat membuka jasa bekam di rumah, sehingga semakin banyak yang dapat Ia bantu untuk sembuh.

Sahabat Dermawan, mari luaskan kebermanfaatan dengan bantu Bu Tum membuka klinik bekam.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan