9 Anak di Garut, Tinggal dirumah Berdinding Baliho

Rumah yang didiami Bu nur Aisyah ini sungguh tidak layak, berukuran sekitag didiami Bu Nur Aisyah ini sungguh tidak layak, berukuran sekitar 5x2 M² , berdindingkan bilik kayu, triplek serta spanduk sisa-sisa acara yang sudah tidak terpakai.

Simpan

9 Anak di Garut, Tinggal dirumah Berdinding Baliho

Target

Rp 250,025 Dari Rp 134,000,000

0%
1 Dermawan 476 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

9 Anak di Garut, Tinggal dirumah Berdinding Baliho

Update : 25 Apr, 2021


Inilah keluarga Bu Nur Aisyah yang tinggal di Kecamatan Karangpawitan Garut, rumah yang didiami Bu nur Aisyah ini sungguh tidak layak, berukuran sekitar 5x2 M² , berdindingkan bilik kayu, triplek serta spanduk sisa-sisa acara yang sudah tidak terpakai. Ketika cuaca hujan air masuk ke rumah bu nuraini, begitupun ketika panas, matahari langsung terasa masuk kerumhanya, begitupun cuaca sedang ada angin kencang, hembusan angin masuk ke rumah bu nuraini dan anak-anaknya.
1e2df9bb7bc4431bf39265cce6701b5e.jpg

Dalam Rumah Baliho ini digunakan multi fungsi seperti Ruangan makan, tidur,dan bermain untuk ke 9 anaknya diruangan itu. Sedangkan untuk dapur berada diluar rumah, hanya mengandalkan hawu (alat untuk memasak tradisional dari Jawa Barat ) atau bisa disebut juga dengan tungku. MCK atau Toilet juga menggunakan fasilitas umum yang dipakai bersama-sama oleh masyarakat sekitar.
3503d997b7e68b503fcc8eb3fd3445bf.jpg

Ibu nur Asiyah mempunyai 9 orang anak, 4 orang diantarnya sedang sekolah ,sisanya belum sekolah dan masih berusia balita. Sehari-hari anak-anaknya yang tidak sekolah bermain dirumah tersebut atau dirumah tetangganya. Sedangkan untuk yang sekolah, dikarenakan pandemi covid 19 tidak bisa belajar tatap muka langsung dan harus belajar online. Tapi apalah daya, ibu nuraini tidak mempunyai handphone, akhirnya anak-anaknya yang sedang sekolah tidak bisa belajar hanya bisa menanyakan kepada tetangganya yang mempunyai HP.
1f37318cb2f8c5dfa1036699b36c72d5.jpg
Sedangkan untuk suaminya yaitu Pak Oleh bekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu, untuk makan sehari-hari saja Bu nur Aisyah harus memasak sebanyak 2kg beras /hari. Bukan beras yang sedikit, tapi ini adalah makanan pokok yang harus diberikan untuk 9 anak-anaknya yang masih kecil. Lauk yangdiberikanpun seadanya yang ada di kebun ataupun pemberian tetangga. Berbeda dengan anak-anak lainnya yang bisa jajan, hal ini tidak dirasakan oleh anak-anak bu nuraini, uang untuk jajan tidak ada. Ketika anak-anaknya meminta jajan ibu nuarini hanya bisa memberikan nasi saja untuk dimakan.
d323fb54b40e5a05e94fe80d48237644.jpg

keterpurukan ekonomi keluarganya membuat Bu Nur Aisyah harus lebih bersabar, teutama mendidik anak-anaknya agar hidup hemat dan menerima keadaann keluarga yang serba kekurangan. Hingga saat ini bu Nur Aisyah berharap agar rumahnya bisa dibangun lebih baik dan layak untuk melindungi anak-anaknya dari cuaca yang tidak menentu.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang