Memulung Sampah di Usia Senja, Ayo Kuatkan Langkah Mbah Sogirah

Usianya telah senja, namun semangat Mbah Sogirah menghidupi keluarga sebagai pengumpul rongsokan tetap membara. Mbah Sogirah bahkan tak segan berbagi dengan sesama, walau keterbatasan membelitnya. Ayo, hadirkan bantuan terbaik untuknya!

Simpan

Memulung Sampah di Usia Senja, Ayo Kuatkan Langkah Mbah Sogirah

Target

0 0

0%
0 78 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

Memulung Sampah di Usia Senja, Ayo Kuatkan Langkah Mbah Sogirah

Update : 07 May, 2021


Sahabat Dermawan berdomisili di Jogja dan sekitarnya? Mungkin pernah jumpa dengan Mbah Sogirah.

Tubuhnya telah nampak renta, maklum usianya sudah menginjak 63 tahun. Akan tetapi, ia masih kuat mengayuh sepeda lebih dari 40 km setiap harinya dari rumahnya di Imogiri sampai ke Ringroad Utara Yogyakarta untuk mengumpulkan rongsokan kemudian dijual ke pengepul. Sudah 30 tahun Mbah bekerja seperti ini, semenjak sang suami meninggal dunia.

4eee1f91a4c80a3a81008c3f36d87c60.jpg

Mbah Sogirah hanya tinggal berdua dengan anaknya yang bernama Lestari yang telah berumur 43 tahun namun belum menikah hingga kini, Lestari bekerja sebagai buruh tani menggarap lahan sawah milik tetangga. Jika sedang tidak mengumpulkan barang bekas, Mbah Sogirah juga ikut kerja menanam padi milik sawah orang lain dengan bayaran 10-20 ribu per hari. Namun pekerjaan ini tidak menentu, hanya ada sesekali ketika musim tanam padi.

Barang bekas yang Mbah Sogirah kumpulkan setiap harinya disetorkan kepada pengepul dan pendapatan 1 hari paling banyak 20 ribu, bahkan Mbah Sogirah bercerita pernah dalam 1 hari hanya membawa pulang uang 5 ribu rupiah padahal sudah berpeluh seharian mengayuh sepeda dan mengais-ngais sampah untuk memisahkan rongsok yang bisa dibawa pulang untuk dijual. Kendati demikian, Mbah Sogirah tetap bersyukur dengan apa yang dia dapat.

663816a9be0b44d9f7dda16a57dfd9b1.jpg

"Bersyukur dengan apa yang kita punya itu lebih baik mas daripada kita harus meminta-minta di jalan," ungkap Mbah Sogirah.

Salah satu bentuk nyata dari cara bersyukurnya Mbah Sogirah adalah saat memiliki kelebihan rezeki, ia selalu membawa nasi bungkus untuk dibagikan ke orang yang dirasa membutuhkan, misalnya ke sesama teman tukang rosok, tukang becak, maupun orang yang lebih membutuhkan. "Walau tidak banyak, hanya 2-3 bungkus, alhamdulillah bisa berbagi ke sesama itu membuat hati tenteram," pungkasnya.

c241ced2abc16a1004ef8f60cf567a7d.jpg

Di tengah keterbatasannya Mbah Sogirah masih menyempatkan untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan, terutama kepada sesama pengumpul barang bekas. MasyaAllah. Kisah ini tidak hanya dialami oleh Mbah Sogirah, masih banyak para pengepul barang bekas yang mengayuh sepeda setiap pagi menempuh jarak puluhan kilometer setiap harinya untuk menyambung kehidupan.

InsyaAllah, Aksi Cepat Tanggap DIY akan terus bergerak, menyapa para pejuang nafkah paruh baya dengan beragam bantuan pangan terbaik secara berkala serta hadiah lebaran di penghujung Ramadhan dari Sahabat Dermawan. Mari ikut serta, rangkul Mbah Sogirah dan para lansia lainnya di pelosok Yogyakarta!

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang