Kuatkan Mbah Tin dan Mbah Suparmin, Sepasang Lansia Pejuang Nafkah

Mbah Tin dan Mbah Suparmin hanyalah sepasang lansia yang tetap berjuang di hari tuanya dalam keterbatasan. Yuk bantu keduanya menjalani hidup lebih layak lewat sedekah modal dan perbaikan rumah

Simpan

Kuatkan Mbah Tin dan Mbah Suparmin, Sepasang Lansia Pejuang Nafkah

Target

0 0

0%
0 77 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

Kuatkan Mbah Tin dan Mbah Suparmin, Sepasang Lansia Pejuang Nafkah

Update : 07 May, 2021


Bayangkan apabila kedua lansia ini adalah orang tua kita di kampung halaman...

Perkenalkan, mereka adalah Mbah Tin dan Mbah Suparmin. Mereka hanya hidup berdua, dan tetap berjuang mencari nafkah di masa senjanya. Di gubuk sempit beralaskan tanah, yang hampir selalu kebanjiran ketika hujan deras, dan genteng yang bocor tempat mereka bernaung. Dengan kondisi seperti itu, mereka berdua tetap bertahan dan tidak ingin meminta-minta apalagi menyusahkan orang lain.

1545920a3f356c106c142c45ae416222.jpg

Mereka berjualan ketela mentah dan ketela yang sudah diolah (gethuk, ketela rambat ditetel, gaplek, tiwul) menggunakan sepeda. Sepeda tua yang tetap dikayuh mulai dari terbitnya fajar hingga menjelang malam. “Sak payune (selakunya)”, kata Mbah Tin. Saat ditanya seberapa jauh lokasi mereka berjualan, mereka mengaku mengayuh sepeda untuk berjualan berpuluh-puluh kilometer setiap harinya.

0ea8ed7130837ac3d0f2f2370c950a62.jpg

d94b643a801a0192d66dd53084a94a4f.jpg

Mbah Suparmin sempat jatuh ketika berjualan, menyebabkan Mbah Tin harus berjualan sendiri, tapi sang suami selalu menguatkan diri agar tetap bisa menemani Mbah Tin berjualan. Tidak hanya jatuh ketika berjualan, mbah Suparmin juga menderita penyakit lambung yang menderanya. Dengan tubuh ringkihnya mereka memaksa diri tetap berjuang mencari nafkah, meskipun penghasilan yang didapatkan jauh dari kata layak. Tak jarang, sudah seharian berkeliling, tetapi tak ada dagangan yang laku terjual.

769d87e88a8bf4515ea0b4b46023847f.jpg

Padahal, kondisi fisik Mbah Suparmin sudah sangat lemah dan tidak memungkinkan untuk tiap hari berjualan. Seharusnya Beliau mendapatkan pengobatan. Akan tetapi, jangankan untuk berobat, untuk kebutuhan pribadi saja mereka sangat kekurangan.

Tentu hati kecil bertanya-tanya, di mana kah anak-anak Mbah Suparmin dan Mbah Tin? Ketiganya kini sudah berkeluarga di Mojoroto dan Tanjung Kalang, Kediri. Mereka bekerja sebagai petani, dan hanya beberapa kali menjenguk orang tuanya. Sedangkan 1 anak Mbah Tin, di Bulurejo sebagai satpam. “Bayarane gur cukup dingge anak’e, wong anak’e yo uakeh eram," demikian ungkap Mbah Tin yang artinya gaji anak-anak mereka pun sangat minim dan hanya cukup untuk menghidupi keluarga masing-masing, apalagi anaknya sangat banyak. Kadang-kadang Mbah Tin malah menjenguk putranya dan memberikan apa yang dia punya, walau sedikit-sedikit.

46e61c79ac552f5f1afe353cb34e1881.jpg

Dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, Mbah Tin dan Mbah Suparmin tetap bersyukur dan berusaha sekuat tenaga di masa senjanya. Padahal, di lubuk hati terdalam, keduanya sangat berharap bisa menghabiskan masa tua di rumah yang lebih baik kondisinya.

Sahabat, insyaAllah ACT Kediri akan melakukan pendampingan kepada dua pejuang nafkah lanjut usia ini, di antaranya dengan memperbaiki rumah mereka, memberikan bantuan modal usaha, serta alat transportasi untuk memudahkan mencari nafkah. Maukah Sahabat ikut serta membantu Mbah Tin serta Mbah Suparmin?

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang