back
home
Banner Detail
Hidup Sendiri di Rumah Kayu, Bantu Nyai Jumariyah Punya Rumah Layak
Banner Content

Terkumpul

Rp3,886,012

dariRp30,000,000

50

Dermawan

4

Hari Tersisa

Act Logo 
ACT Surabaya
Marker Primary 
Madura
 
|
 
Dibuat 26 Mei 2021
Nyai Jumariyah, seorang janda dhuafa, hidup sendiri di rumah yang hanya berdinding anyaman bambu. Ayo, bantu bangun rumahnya menjadi hunian layak!
Sahabat Dermawan, senang rasanya jika kita bisa tidur di kasur yang nyaman dan rumah yang aman. Yang kala siang bisa memberikan perlindungan, dan kala malam terhindar dari kedinginan. Bayti jannati adalah harapan setiap keluarga, yakni memiliki rumah layaknya surga, dengan keluarga yang hangat, rumah yang nyaman dan suasana yang membahagiakan.

Tapi kehangatan itu jauh dari seorang janda prasejahtera yang tinggal di tengah-tengah kebun jagung, di pelosok desa pedalaman Pulau Sapudi, Sumenep, Madura. Nyai Jumariyah panggilannya. Hidup sendiri di usia yang tak lagi muda, dengan kondisi rumah satu petak, dimana ruangan hanya satu saja. Dindingnya dari anyaman bambu, atapnya dari genting tanah liat, tiangnya dari pasak-pasak kayu. Ketiga anak laki-laki kandungnya merantau entah kemana dan hampir tidak pernah menjenguk ibunya.

8b70bb9f581fe2baae4ebc2402fc6d3a.jpg

Rumah ini adalah tempat Nyai Jumariyah menghabiskan usianya. Dinding yang tidak sanggup menahan dingin dan terik panas, juga tidak mampu menghalau serangga yang masuk ke rumah, padahal rumah tersebut berada di tengah kebun, bisa dibayangkan hewan apa saja yang mengintai disekeliling rumahnya.

Lantainya hanya tanah, tak ada semen apalagi ubin yang dingin. Beliau tidur diatas dipan kayu yang keras lagi lapuk. Sehari-hari beliau mencari rumput untuk pakan hewan ternak yang bukan miliknya. Beliau hanya diupah tak seberapa jika kelak ternaknya beranak. Kalau jagung sedang panen, beliau bisa menjual sekilo atau dua kilo jagung miliknya, harganya Rp 4000,-/kg.

8f5149151788cf95ebb4e4189e314c62.jpg

Kalau tidak ada yang bisa dijual, beliau biasa makan seadanya. Seringkali hanya air putih saja yang menjadi satu-satunya makanan diatas meja. Meski begitu, beliau tak lupa pada Rabb Sang Pencipta. Sholat tetap beliau kerjakan meski di rumah kayu yang tak layak rasanya.

Lokasi rumah beliau berada di tengah kebun dan persawahan, desanya pun di pelosok Pulau Sapudi, Madura. Tidak banyak bantuan yang datang ke sana. Di sisa usianya, beliau ingin merasakan punya rumah yang hangat lagi nyaman, agar beliau bisa beribadah dengan tempat dan kondisi terbaik.

“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat.." (HR. Muslim)

01a22ec40dd1686f391c5b8dbf675b07.png

InsyaaAllah, tim Aksi Cepat Tanggap jawa Timur berikhtiar hendak membangunkan kembali hunian yang nyaman dan hangat bagi Nyai Jumariyah sehingga beliau bisa beristirahat dan beribadah dengan kondisi kediaman yang baik.

Sahabat Dermawan, yuk kita bantu membangun rumah nyai Jumariyah menjadi hunian yang hangat, sehat dan nyaman. Sehingga beliau bisa beristirahat dan beribadah dengan kondisi kediaman yang baik, mendapat lingkungan yang lebih baik sehingga lebih sehat di usia senjanya. Semoga menjadi pahala jariyyah bagi Sahabat Dermawan semuanya. Aamiin.

Update Donasi

Ico Green
Dermawan

Arrow Icon
Ico Green
Implementasi Terkini

Arrow Icon
Ico Green
Sub Campaign

Arrow Icon
Ico Green
Fundraiser

Arrow Icon

Rekomendasi lainnya

Image
Bantu Pejuang Dakwah Renovasi Rumah yang Tak Layak
Icon Image

Aksi Cepat Tanggap

Terkumpul

Hari Tersisa

Rp 4,297,058

188

Rp3,886,012

Terkumpul dari Rp30,000,000