Mari Bantu Ratusan Difabel Bantul Mudah Berwirausaha!

Dengan kekurangannya, Mas Basuki dan Pak Sareh tetap semangat menjalani kehidupan. Sahabat, yuk bantu berikan modal usaha para difabel untuk agar mudah berwirausaha!

Simpan

Mari Bantu Ratusan Difabel Bantul Mudah Berwirausaha!

Target

0 0

0%
0 71 hari tersisa

Mari Bantu Ratusan Difabel Bantul Mudah Berwirausaha!


Sahabat difabel seringkali dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Tapi berbeda dengan Mas Basuki dan Bapak Sareh, mereka adalah contoh dari sahabat difabel yang mempunyai semangat tinggi untuk menjalani proses kehidupan dengan keadaan fisik yang kekurangan.

Mas Basuki mempunyai kekurangan pada kakinya, berawal masa kecilnya terkena penyakit polio pada umur 5 tahun dan dengan penanganan yang keliru, membuat beliau harus menerima takdir hidup dengan kaki x.

"Untuk jalan aja susah mas, saya baru bisa jalan sekitar 2 tahun lalu. Sebelumnya hanya tiduran aja," ungkapnya.

917cbf96e79b42a73324f0e8216f9000.jpg

Berkat tekat dan semangatnya, sekarang mas Basuki bisa menjalankan usaha warung kecil-kecilan untuk mengisi kesehariannya. Berawal bantuan biaya hidup dari desa, beliau bisa mengolah bantuan biaya hidup menjadi usaha warung sembako yang sampai saat ini masih berjalan. Bahkan dengan kekurangannya, mas Basuki tidak minder untuk belanja untuk memenuhi kebutuhan warungnya ke pasar dengan motor yang sudah di modifikasi sedemikian rupa agar bisa dimanfaatkan oleh mas Basuki. Luar biasa semangatnya.

Tak jarang Mas Basuki juga sering memberikan motivasi untuk teman-teman difabel lainnya supaya bisa bangkit dan bekerja seperti yang lainnya.
"Kaum difabel kan identic dengan minta-minta dijalanan ya mas, saya kepingin mengajak teman-teman difabel lainnya agar bisa merintis usaha juga, jadi nggak minta-minta orang terus, "ungkap lirih Mas Basuki.

a2b3d99f3feb01d3e6f6ebbdcfd68232.jpg

Selain mas Basuki, ada juga sosok difabel yang luar biasa semangatnya, yaitu Pak Sareh. Beliau juga merupakan difabel polio sejak umur 7 bulan, yang menyebabkan kaki kirinya tidak bisa difungsikan.

"Dulu dari kecil saya jalannya ngesot mas, saya baru pakai Tongkat Kruk sekitar 2017, tapi saya nggak patah semangat mas, walaupun saya nggak bisa jalan tapi saya punya tangan buat kerja, saya nggak mau minta-minta," lantangnya.

Saat ini profesi beliau sebagai reparasi jam tangan sejak 15 tahun yang lalu di pinggir jalan daerah Pasar Sedayu, Bantul. Beliau mengajak kepada kaum difabel lainnya agar bisa ikut membangun usaha. Lihat semangatnya sahabat, sangat luar biasa bukan?

6a50950d1be6f356fd464af2459eeee6.jpg

Gambaran Mas Basuki dan Pak Sareh adalah gambaran sedikit difabel yang mempunyai semangat tinggi walaupun mempunyai keterbatasan fisik. Terdapat 500 lebih difabel di wilayah Bantul yang harus kita bantu dan kita bina.

Insyaallah Tim Aksi Cepat Tanggap Bantul akan melakukan pembinaan terhadap difabel di kabupaten Bantul dengan memberikan modal usaha agar sahabat difabel dapat memberdayakan kemampuannya di bidangnya masing-masing. Mari kita ambil bagian untuk mendukung mereka dengan paket pangan dan modal usaha agar mereka bisa seperti mas Basuki dan Bapak Sareh yang selalu semangat walaupun terdapat keterbatasan fisik.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang