Suami Menjadi Korban Begal, Mari Bantu Ibu Dian Bangkit

Ibu Dian (32) harus kehilangan suaminya yang menjadi korban begal. Mari bantu beliau untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil dengan modal usaha darimu!

Simpan

Suami Menjadi Korban Begal, Mari Bantu Ibu Dian Bangkit

Target

0 0

0%
0 10 hari tersisa

Suami Menjadi Korban Begal, Mari Bantu Ibu Dian Bangkit

Update : 30 Aug, 2021


Menjadi orangtua tunggal tentu bukanlah hal yang mudah, apalagi jika harus kehilangan sosok suami dalam sebuah peristiwa yang memilukan, tentu hal ini akan selalu membekas dalam ingatan.

Inilah yang harus dirasakan oleh Mardiani (32 thn). Ibu dari dua anak ini tak menyangka bahwa pertemuannya dengan sang suami pada Selasa, 8 Juni 2021, akan menjadi pertemuan terakhir bagi mereka.

3eb882a88d679ed9171d5c222b0ac6a5.jpg

Masih jelas terekam dalam ingatan Dian, ketika sang suami, Slamet Ariswanto (35 thn) pamit untuk mencari nafkah, kondisinya masih sangat bugar kala itu. Sebagai kepala keluarga, Almarhum sangat bertanggung jawab, tak kenal lelah ia bekerja hingga larut malam bahkan dini hari demi memenuhi kebutuhan keluarga.

"Demi memenuhi kebutuhan susu anakku," inilah hal yang menjadi pemicu Almarhum untuk bekerja dari pagi hingga pagi sebagai driver ojek online.

Rabu (9/6), menjadi hari yang kelabu bagi Dian, suaminya yang masih bekerja hingga pukul 02.00 WIB, harus mendapatkan penumpang yang rupanya adalah seorang penjahat yang menyamar.

ea5ac8e397ba7813057344e1324ea837.jpg

Dengan tega pelaku melakukan aksi kekerasan dan mengambil kendaraan pak Slamet. Tak tanggung-tanggung seolah sudah kehilangan akal, dengan keji pelaku membakar tubuh korban yang sudah tidak berdaya, hingga harus meregang nyawa.

Innalilahi wa inna ilaihi roji'un..

Akibat perbuatannya, kini pelaku ditangkap oleh Tim Polres Brebes pada Jumat 11 Juni 2021 pukul 15.00 WIB.

Meski pelaku sudah tertangkap, tetapi duka atas kehilangan sosok tulang punggung keluarga tentu sangatlah besar. Apalagi kini sang isteri harus berjuang sendiri membesarkan dua anak yang masih kecil. Anak pertama berusia 9 tahun dan anak kedua baru berusia 4 bulan.

1193849d81692013db1ee7784ce40dd1.jpg

Saat ini demi memenuhi kebutuhan sehari-hari ibu Dian masih bergantung kepada kedua orangtua Almarhum, yang kondisi ekonominya pun tak jauh berbeda dengannya. "Yang terpenting kami bisa melunasi hutang-hutang korban terlebih dahulu," inilah harapan dari ibu Dian.

Ibu Dian sangat ingin melunasi hutang-hutang yang ditinggalkan Almarhum suaminya. Tak hanya itu, ia juga ingin bisa mandiri dengan memiliki usaha sendiri. Melihat kondisi yang tengah dialami oleh ibu Dian, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tegal berniat memberikan bantuan modal usaha bagi keluarga kecil ini.

ac1941d274cf3cdb95989b82685da29e.jpg

Maukah kamu juga turut membantu ibu Dian?

"Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya." (HR. Muslim).

Mudah-mudahan dengan bantuan modal usaha ini, ibu Dian bisa memulai usaha untuk menopang hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anaknya.

Sahabat, yuk kita ringankan duka keluarga korban aksi begal ini!
Semoga bantuan ini juga bisa bermanfaat untuk anak-anak ibu Dian kelak.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang