Urgent! Bantu Anak Nelayan dipesisir Garut Selatan Yang Sakit Paru-paru akut

Farhan (19 Bulan) Seorang anak Buruh Nelayan di Pesisir Garut Selatan idap Penyakit TB Paru-paru yang akut. Mari Bantu!

Simpan

Urgent! Bantu Anak Nelayan dipesisir Garut Selatan Yang Sakit Paru-paru akut

Target

0 0

0%
0 Tidak ada waktu lagi

Urgent! Bantu Anak Nelayan dipesisir Garut Selatan Yang Sakit Paru-paru akut

Update : 11 Aug, 2021


bbc4f1860d16ef6776a4d35185c34b67.jpg
Farhan seorang anak buruh Nelayan yang berusia 19 bulan mengidap penyakit paru-paru akut yang harus secepatnya ditangani. Dampak dari sakit paru-paru akut yang dialami oleh Farhan sangat jelas terlihat oleh mata, seperti kulit diseluruh badan menghitam dan berkeriput, nampak seperti sudah tua. Kepala lecet penuh luka karena panas dibadannya yang datang setiap hari, selain itu perubahan fisik lain adalah berat badan farhan yang turun drastis. Sejak usia 11 bulan Berat badannya 12 Kg, kini semakin hari semakin menurun hingga 10 Kg. Dampak dari sakit paru-paru yang dialami farhan juga terlihat dari anggota badan yang lain seperti tangan & kaki yang mengecil, sampai usianya sekarang 19 bulan, farhan belum bisa berjalan sama sekali,setiap hari harus digendong oleh ibunya dan berbgai dengan adiknya yang masih berusia 5 bulan.
8607513d8ef2321ffe23734f5ff44eee.jpg

Awalnya farhan lahir dengan normal dengan Berat badan adalah 3,3 Kg, cukup besar memang untuk ukuran bayi. Selama 10 bulan farhan tumbuh normal tidak ada keluhan sakit yang berarti. Tetapi ketika berusia 11 bulan farhan merasakan Sakit diare terus menerus, Ibunda farhan yaitu bu Kura karena tidak punya uang hanya memberikan obat tradisional saja dan merawatnya dirumah, alhamdulillah agak sedikit membaik. Tapi setelah melakukan pengobatan mandiri di rumah selama lebih dari 6 bulan tidak membuahkan hasil dan keadaan Farhan semakin parah dan banyak perubahan di Fisiknya seperti seluruh kulit badannya menghitam dan keriput menua, akhirnya sesuai saran dari tetangganya diperiksakan terlebih dahulu ke Puskesmas terdekat untuk penanganan awal, itupun dengan bantuan tetangganya untuk biaya berobat. Setelah berobat di puskesmas, dokter tidak sanggup untuk merawat karena sakit yang diderita oleh Farhan serta keadaanya yang koma harus segera dirawat dirumah sakit yang besar seperti RSUD dr Slamet Garut. Pihak Puskesmas akhirnya memberikan surat Rujukan ke RSUD dr Slamet Garut,untuk penanganan Farhan. Ibu Kura saat itu bingung untuk berobat ke Garut harus bagaimana ia tidak punya uang untuk berobat, BPJS pun tidak punya. Ketua RW & RT tempat Bu Kura tinggalpun akhirnya berinisiatif untuk mengumpulkan uang untuk berobat Farhan ke Garut.
5d0889d293b5a7b6c4faeb647dc2e911.jpg
Setelah mendapatkan uang hasil patungan warga, Farhan berobat ke RSUD dr Slamet Garut, Alangkah kagetnya, hasil pemeriksaan Dokter memvonis Farhan sakit paru-paru akut. Menurut dokter harus dirawat terlebih dahulu selama beberapa hari di RSUD. Biaya yang harus ditanggungpun bukan sedikit, minimal Rp 500.000 untuk sekali berobat, belum lagi uang transport ke RSUD Garut yang jaraknya jauh sekali dari Peseisir Garut Selatan menuju Pusat Kota Garut adalah 105 KM dengan waktu perjalanan salama 5 jam. Setelah sepekan dirawat di Rumah Sakit, Farhan tidak ada perubahan, akhirnya pihak keluarga karena sudah tidak punya biaya memutuskan untuk membawa anaknya Pulang. Dokter dirumah sakit menyarankan untuk kembali berobat jalan selama 1 bulan sekali, untuk penanganan lebih lanjut. Dan itupun tidak boleh telat, karena kalau telat berobat maka proses pengoabtan harus diulang dari awal.
79b7294e226fb1c38f1c25ca77976241.jpg

Alhamdulillah selama 3 bulan, Farhan berobat jalan, Nampak ada perubahan sedikit demi sedikit ,seperti berat badannya naik, tetapi untuk paru-parunya belum ada perubahan yang berarti. Sekarang Bu kura dan suaminya hanya bisa berdoa agar diberikan rezeki untuk berobat anaknya setiap bulan. Pekerjaan Pak Anwar yang merupakan ayah Farhan sebagai buruh nelayan tidak seberapa minimal mendaptkan Rp 50.000 bahkan tidak dapat sama sekali. Apalagi cuaca buruk dan pandemi covid 19 seperti sekarang ini membuat pak anwar susah mendapatkan penghasilan.

Untuk itu, sangat besar harapan kami akan bantuan dan doa para #SahabatDermawan agar Farhan bisa melanjutkan pengobatan hingga selesai.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan