Kuatkan Usaha Pak Yoni, Penjual Pupuk Kandang Keliling

Kecelakaan yang dialami Pak Yoni mengubah hidupnya. Tak hanya kehilangan kesempatan bersekolah, ia juga terpaksa alami keterbatasan fisik. Kini ia harus bersusah payah menyeret pupuk kandang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan. Ayo bantu Pak Yoni!

Simpan

Kuatkan Usaha Pak Yoni, Penjual Pupuk Kandang Keliling

Target

0 0

0%
0 92 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

Kuatkan Usaha Pak Yoni, Penjual Pupuk Kandang Keliling

Update : 28 Jun, 2021


Sahabat, kami akan memperkenalkan sosok manusia yang tangguh dan pantang menyerah. Ia adalah Yoni Ardi Saputro, pria 37 tahun yang berdomisili di Mangunsari, Sidomukti, Salatiga. Pak Yoni sehari-harinya berjualan pupuk kandang keliling. Keterbatasan fisik tak membuatnya menyerah dengan keadaan. Setiap hari tubuhnya yang ringkih menyeret pupuk kandang yang cukup berat berkeliling kota, demi sesuap nasi.

16252222dc28c2c59f4b654351f4bc2a.jpg Pak Yoni tidak terlahir dengan kondisi seperti itu. Kisah hidupnya sungguh membuat hati siapapun merasa perih. Semua berawal dari kecelakaan di umur 12 tahun yang pernah menimpa dirinya pada tahun 1996. Bertepatan dengan H-4 ujian sekolah, Pak Yoni yang tengah mengayuh sepeda ontel mengalami kecelakaan tertabrak oleh mobil. Ia terluka pada saat itu dan dilarikan ke rumah sakit. Parahnya luka yang ia alami membuatnya harus ke meja operasi.

84958962fd6a72fe49cba922f21f5f59.jpg

Impian melanjutkan sekolah pun seketika pupus. Pak Yoni divonis mengalami gegar otak pada saat itu. Namun sedihnya, belum ada peralatan rumah sakit di desa yang lengkap untuk menolongnya. Selama 8 bulan berobat dan kontrol ternyata ia tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan ada infeksi di saluran operasi dan cairannya masuk ke otak. Tiga kali dioper dari rumah sakit Semarang lalu ke Boyolali lalu terakhir di Yogyakarta, beliau sempat koma, kritis, dan tidak sadarkan diri selama 5 bulan.

ac6b2817f43d7deab5d934d134dc57b7.jpg

Pengendara mobil yang menabraknya hanya mengganti biaya berobat sebesar 600 ribu, tidak sebanding dengan mahalnya operasi dan kontrol. Alhasil semua biaya ditanggung ibunya, Bu Eni, dan saudara-saudaranya. Segala upaya telah dilakukan Bu Eni. "Biaya operasi waktu itu saya jual seadanya, waktu itu masih punya kalung itu saya jual, sawah juga sudah saya jual, rumah pun saya jual, setelah itu saya masih hutang sana hutang sini karena belum sembuh-sembuh", ungkap sang ibunda. "Waktu itu saya sudah kehabisan apa-apa, sudah kehabisan uang," tambah Bu Eni.

5 tahun berlalu giliran Bu Eni yang mengalami kecelakaan tertabrak oleh motor. Wanita paruh baya ini sangat tangguh memikul beban ujian yang bertubi-tubi. Ia harus mencari nafkah untuk keluarga, walaupun kita tahu penghasilan sebagai buruh harian lepas tidak seberapa besar. "Sekarang tinggal berdua di sini masih kerja jualan pupuk, sedikit-sedikit bisa bantu kebutuhan Yoni, kalau seperti saya ini kan sudah PHK, jadi saya buruh harian lepas," pungkas Bu Eni.

cbdc7687d1deae75f6d761350270096b.jpg

Sahabat Dermawan, InsyaAllah ACT Kabupaten Semarang berkomitmen untuk membangkitkan perekonomian para penjual keliling dengan memberikan sedekah modal usaha kepada mereka. Begitu pun dengan Pak Yoni dan sang ibu. Dengan demikian, mereka bisa melanjutkan perjuangan dan kembali melangsungkan hidup tanpa kesusahan.

Yuk berikan sedakah modal usaha bagi para pejuang nafkah dan pejuang hidup dengan setulus hati kita. Terlebih kita juga bisa membantu perekonomian negeri ini. InsyaAllah.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Ayo ikut berkontribusi dengan menjadi fundraiser pada campaign ini.
Sedekah Sekarang