Rumah Habis Terbakar, Bantu Pak Dahlan dan Keluarga Tak Ada Tempat Tinggal

Pak Dahlan dan keluarga harus menumpang, lantaran tak ada dana untuk memiliki rumah lagi pasca kebakaran

Simpan

Rumah Habis Terbakar, Bantu Pak Dahlan dan Keluarga Tak Ada Tempat Tinggal

Target

0 0

0%
0 153 hari tersisa

Rumah Habis Terbakar, Bantu Pak Dahlan dan Keluarga Tak Ada Tempat Tinggal

Update : 01 Jul, 2021


“Waktu itu tau-tau tetangga datang bilang rumahnya habis kebakar, saya langsung lari ke rumah, ternyata sudah rata sama tanah”, ujar Pak Dahlan.

13c60e4f002249a5eef6df58ca3f387a.jpg

Pak Dahlan tinggal bersama istri, dan ke empat anaknya di Dusun Sodong RT. 005 RW. 009 Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Pada saat kejadian Pak Dahlan bersama istri, dan anak-anaknya berada di rumah mertua lantaran istrinya baru saja melahirkan anak kembar. Rumah Pak Dahlan sangat dekat dengan rumah mertuanya yang berjarak 10 meter. Sehingga saat tetangga mengabarkan rumah Pak Dahlan terbakar, Pak Dahlan langsung berlari untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Sesampai di rumahnya, Pak Dahlan melihat api sudah padam lantaran sudah memakan habis rumah Pak Dahlan, dan segala isinya. Pak Dahlan mengatahui hal tersebut pukul 06.30 pagi.

Pak Dahlan dan keluarganya, yang sebenarnya hanya ingin menumpang sementara di rumah mertuanya sampai bayinya berumur 2 bulan, kini harus menumpang selama Pak Dahlan belum memiliki rumah sendiri. Pak Dahlan tak dapat berbuat banyak, selain hanya dapat terus bekerja melanjutkan kehidupannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari istri, dan anak-anaknya.

Pekerjaan Pak Dahlan setiap harinya tidak menentu, jika ada yang memintanya untuk bekerja apapun, pasti Pak Dahlan terima asal halal. Terkadang Pak Dahlan bekerja mengurus sawah milik orang atau menjadi kuli bangunan yang digaji Rp. 50.000. Hanya saja tidak setiap hari bahkan bisa dibilang jarang mendapatkan kesempatan bekerja tersebut.

“Ya seperti sekarang ini ga ada yang minta saya kerja di sawahnya, kuli bangunan juga sepi, jadi harus mencari batu di sungai untuk dijual”, tutur Pak Dahlan.

b3355ca15b2ceaac0e422bb3d476d50a.jpg

Ada kalanya Pak Dahlan menganggur, dan harus mengumpulkan batu sungai untuk dijual. Biasanya dua minggu sekali Pak Dahlan baru mendapatkan pesanan batu sungai, terkadang lebih dari dua minggu. Belum lagi penghasilan dari penjualan yang harus dipotong dana kas, dan dibagi tiga orang pekerja lainnya, jika dikalkulasi Pak Dahlan hanya mendapatkan Rp. 40.000.

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang