Temani Ayah Mulung Hingga Malam, Bantu Adik Denisa Bersekolah

Inilah kisah Denisa (6 tahun) gadis lugu yang harus menemani sang ayah berjuang hingga larut malam untuk mencari nafkah. Yuk kita bantu Denisa agar bisa lanjut bersekolah!

Simpan

Temani Ayah Mulung Hingga Malam, Bantu Adik Denisa Bersekolah

Target

0 0

0%
0 122 hari tersisa
Jadi Duta Kemanusiaan

Temani Ayah Mulung Hingga Malam, Bantu Adik Denisa Bersekolah


Ketika anak seusianya sibuk belajar dan bermain di rumah pada masa pandemi, Denisa (6 tahun) harus merasakan pilunya kehidupan di jalanan hingga larut malam.

5da559c36edead3f33b78aa248827922.jpg

Setelah ditinggal wafat sang ibunda, Denisa tinggal bersama ayahnya di bantaran rel kereta api sebelah Pasar Larangan Sidoarjo. Mereka menumpang hidup di tempat juragan barang bekas, dalam sebuah kamar dengan satu kasur lapuk dan setumpuk barang rongsokan. Jauh dari kata nyaman untuk beristirahat, bermain, ataupun belajar.

0d78fb56e76e2b55228d21065e273011.jpg

7bf3ac00c5f00ecc56b51b3619c57c0c.jpg

Denisa tengah bersekolah tingkat TK dan seharusnya tahun ini memasuki jenjang Sekolah Dasar. Namun apa daya, keterbatasan biaya menghalanginya. Saat ini saja, ia terpaksa diantar setiap pagi oleh ayahnya ke sekolah karena tidak bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh, akibat tidak memiliki ponsel cerdas. Jika kondisi ekonomi ayahnya tak kunjung membaik, Ia terpaksa menunda masuk sekolah dasar bahkan terancam tidak dapat mengenyam bangku pendidikan formal sama sekali.

Tim ACT Sidoarjo berkesempatan berkunjung ke gubuk Denisa dan mengobrol dengannya. Celotehan ringan khas anak-anak mewarnai pertemuan itu. Ia bercerita tentang aktivitasnya sehari-hari, "Kalau siang Denisa tidur supaya malemnya tidak ngantuk pas mulung bantu ayah."

Ucapan adik mungil ini membuat tim terhenyak. Sulitnya ekonomi keluarga menyebabkan Denisa terpaksa menghabiskan nyaris setiap malam di jalanan. Ia seharusnya sedang merajut mimpinya, asa masa depan yang lebih baik dengan menempuh pendidikan. Tim ACT pun sempat bertanya, apa cita-cita adik lugu ini?

"Aku ingin jadi dokter, karena mama meninggal sebab tidak ada dokter." ujarnya dengan polos. Masya Allah.

a4b6c9566d4587c5134039dece2a1b4b.jpg

Impian mulia Denisa ini membakar semangat Pak Nur, sang ayah, untuk gigih mencari nafkah setiap harinya. Meskipun wabah tengah mengancam, Pak Nur terus menarik gerobaknya mencari pundi-pundi rupiah. Penghasilan Beliau berkisar antara 30 ribu sampai 35 ribu per hari, tergantung dari banyaknya rosokan yang didapatkannya. Kondisi pandemi semakin mengurangi pemasukannya. Padahal, dua kali dalam sebulan Pak Nur harus mengirim uang untuk kedua anaknya yang lain, kurang lebih 500 ribu karena masih butuh asupan susu dan bubur bayi.

afe5a752932e75b3fcccb6eda89bbcd5.jpg

Sahabat, akankah kita biarkan Denisa terus memulung dan tak bisa meraih mimpi menjadi dokter akibat kekurangan biaya?

Insya Allah tim Aksi Cepat Tanggap Sidoarjo akan terus berikhtiar membantu Dek Denisa untuk lanjut sekolah tahun ini, serta membantu menyuplai bahan pangan keluarga Pak Nur agar Beliau bisa menyisihkan nafkahnya untuk kebutuhan lain. Yuk, ikut serta bantu keluarga Denisa melalui laman aksi ini!

Salurkan Sedekah terbaik Sahabat Dermawan dengan cara:

1. Klik 'Sedekah Sekarang'
2. Masukan nominal Sedekah
3. Pilih Bank Transfer BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay, OVO atau Kartu Kredit
4. Klik 'Sedekah'
5. Dapatkan laporan via email

Silahkan untuk share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan sedekah yang terkumpul.

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang