Pandemi Melumpuhkan Jualan Terang Bulan Pak Yatno, Mari Bangkitkan Usahanya!

Pandemi memporak-porandakan kehidupan Pak Yatno dan keluarganya. Kini, ia bermodalkan motornya untuk berjualan terang bulan demi menafkahi istri dan anak-anaknya. Sahabat, mari bantu berikan modal usaha untuk Pak Yatno!

Simpan

Pandemi Melumpuhkan Jualan Terang Bulan Pak Yatno, Mari Bangkitkan Usahanya!

Target

0 0

0%
0 97 hari tersisa

Pandemi Melumpuhkan Jualan Terang Bulan Pak Yatno, Mari Bangkitkan Usahanya!

Update : 28 Jul, 2021


"Sebelum Pandemi, saya tinggal di Kota, kena dampak pandemi jualan saya jadi sepi, akhirnya gak mampu bayar kontrakan terus diusir, pas kembali ternyata keluarga gak mau menerima,"

Pak Yatno adalah orang sholeh yang sabar dan pantang menyerah. Ditengah keterpurukan kehidupan keluarganya. Beliau tak pernah meninggalkan ibadahnya 5 waktu di masjid. Bahkan beliau tidak pernah mengeluh dan tetap berusaha. Beliau tetap berjualan walau seringkali pulang dengan tangan kosong. Hingga beliau pernah hanya makan nasi dengan bawang goreng saja.

"gak apa apa mas, yang penting anak saya bisa makan”. “Kalau gak ada uang pun, saya sama istri puasa, biar anak-anak aja yang makan,” ujarnya.

db91634a90871d5767c3b1b73fbfab8e.jpg

Pandemi memporak-porandakan kehidupan pak Yatno dan keluarga. Awalnya mereka hidup berkecukupan di Kota Malang. Namun kehidupan mereka terjatuh ketika pandemi muncul di Indonesia. Hari demi hari pandemi tak kunjung usai, kebutuhan hidup pun terus mengejar. Sampai pada akhirnya mereka tak mampu membayar tempat tinggal.

Terusir dari kontrakan, mereka berusaha mencari tempat tinggal sementara. Berharap pandemi segera usai dan bisa bekerja lagi. Namun kenyataannya kebutuhan sehari-hari ini tak bisa dihindari. Modal yang digunakan untuk berjualan, telah habis untuk makan setiap hari. Akhirnya mereka memutuskan kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Malang. Tapi ternyata keluarganya tidak mau menerima pak Yatno tinggal di rumahnya.

a76566681875b3bbf63acb706350297f.jpg

Sehari-hari, Pak Yatno berjualan martabak mini dengan berkeliling menggunakan motor tuanya. Menjadi penjual martabak mini tak cukup untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya. Bejualan keliling dengan motor tua itu beliau hanya mampu mendapatkan 20ribu hingga 30ribu per harinya. Itupun belum buat beli bensin dan bahan membuat martabaknya. "Sering kalau gak habis, martabaknya dikasih ke sapi buat makanannya soalnya udah basi”.

"Sesiapa yang bersikap ramah kepada orang lain dan meringankan beban hidupnya baik sedikit maupun banyak maka kewajiban bagi Allah untuk memberikan kepadanya pelayanan dengan pelayanan surga," (HR Thabrani ).

09063dfee2a142d040defecb542eec9d.jpg

Insya allah tim Aksi Cepat Tanggap Malang akan melakukan pemberian modal usaha untuk membangkitkan dan menguatkan semangat jualan Pak Yatno. Selain itu juga melunasi hutang yang sebelumnya pernah dipakai Pak Yatno untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Donasi yang terkumpul juga akan digunakan sebagai pembayaran sekolah kedua anaknya yang sempat dikeluarkan dari sekolah karena belum melakukan pelunasan pembayaran.

Setiap orang tua pasti akan berusaha apapun caranya demi kehidupan anak-anaknya. Semangat itulah yang ada dalam diri Pak Yatno sehingga apapun keadaannya beliau tetap semangat bekerja. Maka dari itu, maukah Sahabat meringankan beban hidup dan membuat Pak Yatno serta keluarga tersenyum lagi?

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang