Pulih Bareng Dari Pandemi Bersama Askar Dan Santri Yatim Dhuafa Lainnya

Pulih bareng Askar dan santri Yatim Dhuafa lainnya dengan menyedekahkan sedekah terbaik bagi mereka

Simpan

Pulih Bareng Dari Pandemi Bersama Askar Dan Santri Yatim Dhuafa Lainnya

Target

0 0

0%
0 Tidak ada waktu lagi

Pulih Bareng Dari Pandemi Bersama Askar Dan Santri Yatim Dhuafa Lainnya

Update : 18 Aug, 2021


“Kalau dia lagi qiyamul lail, do’anya khusyuk gitu. Sampai pada suatu saat dia bilang, ‘Ustadz besok kakak-kakak puasa ya? Saya ikutan puasa, biar mamak dapat pahala’”

Itulah penuturan ust. Firman saat bercerita tentang Askar, Seorang anak yatim piatu korban Tsunami Palu. Kini Adek Askar tinggal di Ponpes Tahfidz Yatim dan Dhuafa, Megamendung, Bogor.

Sahabat, Alkisah, Saat Palu tersapu tsunami, Ayah dan Ibunya ikut tersapu. Sehingga ia jadi Yatim Piatu. Askar tinggal di Goa bersama neneknya sampai pada akhir tahun 2018 mereka memutuskan merantau ke Jakarta.

Konon kabarnya, mereka punya saudara yang berkecukupan di Jakarta. Sampai di ibu kota, Askar dan sang nenek hanya bisa menerima kabar pahit karena saudara mereka tak semampu yang dikira. Paman Askar yang di Jakarta juga kesulitan secara ekonomi.

Terpaksalah Askar dan Neneknya harus hidup dengan keras. Mereka akhirnya berjualan Kopi di DKI.

Kabar ini sampai pada Ust Firman, pengasuh Ponpes Tahfidz Yatim dan Dhuafa, Bina Masyarakat Mandiri.

2840292fa8496e061bbf5b768d412efc.jpg

Askar pun dititipkan oleh neneknya di sana. Agar bisa menghafal Al Qur’an dan sekolah dengan baik dan mengangkat drajat keluarganya.

Namun di masa pandemi ini yang kian meningkat kasusnya, pesantren kini kesulitan menghadapinya. Pangan menjadi salah satu hal yang dibutuhkan untuk santri-santrinya.

Cerita Askar hanyalah salah satunya saja, ada ratusan santri dan yatim piatu di Indonesia yang cerita perjalanan hidupnya amatlah berat. Tapi mereka tetap bersabar dan berjuang.

f830ee29addb3f8108d170d6235abbcf.jpg

Oleh karena itu, Rumah Kepemimpinan bersama ACT mengajak Sahabat Dermawan untuk menjadi orang tua asuh mereka agar Santri-Yatim Dhuafa dan Indonesia bisa Pulih Bareng dari krisis dan pandemi.

Dana yang terkumpul akan disalurkan ke Pesantren Yatim dan Dhuafa mitra ACT Bogor, termasuk diantaranya Ponpes tempat tinggal Askar, Bina Masyarakat Mandiri. Bantuan mencakup Paket Pangan khususnya beras untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Saya dan orang yang memelihara anak yatim di surga, seperti ini (sambil merenggangkan jari telunjuk dan jari tengah).”

HR Bukhori

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
#Perbaharui 13 Sep, 2021 Bersama Rumah Kepemimpinan, ACT Distribusikan 110 Paket Beras Untuk Santri

Hari Kamis (9/9) Rumah Kepemimpinan (RK) berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap menyelenggarakan kegiatan operasi beras gratis untuk santri yatim dan dhuafa. Kali ini, pesantren yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren Markaz Qur’an Utrujah di Ciseeng, Kab. Bogor. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan dan dihadiri oleh Relawan ACT Bogor bersama Perwakilan Peserta penerima Beasiswa Rumah Kepemimpinan. Beras yang didistribusikan kali ini merupakan hasil campaign bersama RK X ACT selama bulan Agustus.

Ustadzah Ayu selaku salah satu pengurus pondok pesantren menyampaikan terimakasihnya karena telah dikunjungi dan diberikan bantuan.

“Di ponpes Markaz Qur’an Utrujah ini ada 230 santri Tahfidz dan tentunya kebutuhanpangan sangat banyak. Apalagi sebagiannya adalah dhuafa dan ada juga yang diberikan beasiswa oleh pesantren sehingga gratis. Bantuan ini akan sangat membantu oprasional ponpes.” Kata Ustadzah Ayu

Fathan Mubina sebagai manager di Rumah Kepemimpinan berharap kegiatan-kegiatan kolaborasi seperti ini terus berlanjut.

“Semoga perjalanan kemarin (Ke Ponpes Utrujah) menjadi hikmah yang mendalam untuk para peserta RK yang terlibat, serta menjadi pembuka aliran-aliran kebaikan lainnya untuk pesantren Utrujah membentuk generasi-generasi Indonesia yang mencintai Al-Qur'an.  Kata Fathan.

Selain pangan ada banyak hal yang masih dibutuhkan oleh pesantren. Sa;ah satu yang paling Urgent adalah air. Sumur yang dibangun sering kali tidak mengeluarkan air karena terlalu dangkal. Selain itu hal lain yang sangat Urgent adalah ruang asrama karena saat ini 230 santri masih tinggal di hunian sementara.