Pantai Sepi Pengunjung, Jangan Biarkan Pedagang Kecil Bangkrut

Akibat PPKM, banyak pedagang di pantai-pantai DI Yogyakarta sepi pembeli. Maklum saja, mereka bertumpu pada hadirnya wisatawan, yang kini nyaris tak ada. Lewat sedekah modal usaha, yuk kita bantu mereka hindari kebangkrutan!

Simpan

Pantai Sepi Pengunjung, Jangan Biarkan Pedagang Kecil Bangkrut

Target

0 0

0%
0 102 hari tersisa

Pantai Sepi Pengunjung, Jangan Biarkan Pedagang Kecil Bangkrut

Update : 05 Aug, 2021


Kapan terakhir ke pantai?

Pasti kangen ya, berlibur ke tempat wisata favorit banyak orang ini. Bagi warga Pulau Jawa, pantai-pantai di DI Yogyakarta biasanya jadi destinasi paling populer di masa-masa liburan. Di akhir pekan saja, keramaian pasti terlihat di berbagai sudut pantai. Ah, rindunya berwisata tanpa khawatir akan bahaya wabah. Tapi, tahan dulu sejenak angan-angan itu, Sahabat. Sekarang, kita simak bagaimana kondisi para pekerja di pantai yang terpaksa terlunta-lunta akibat ketiadaan wisatawan akibat Covid-19.

f26edc6d24d558c28add50855738f380.jpg

Kabupaten Bantul, salah satu wilayah di Jogja yang punya ragam pantai yang indah terpaksa menutup seluruh tempat wisata. Dampaknya, para pedagang di Pantai Parangtritis, satu dari banyak pantai ternama di daerah itu, terpaksa menjual barang-barangnya untuk bisa bertahan hidup. Tak ada lagi lapak jualan yang tersisa, karena pemiliknya merugi tanpa pemasukan. Akhirnya mereka pasrah dan gulung tikar.

d39d32f4777431d4c36942dec0662dc0.jpg

Tim Aksi Cepat Tanggap Bantul berkesempatan mewawancarai salah satu pedagang makanan yang masih bertahan, yaitu Bu Sudaryono. Bu Sudaryono mengatakan bahwa rekan-rekannya banyak yang menjual barang-barangnya untuk makan, sedangkan para pedagang lainnya banyak yang tutup karena sudah kolaps dengan keadaan sekarang ini.

"Sekitar sini sekarang banyak yang tutup kan mas, ya soalnya percuma dibuka, nggak ada yang beli juga. Di sini wisata cuma buka hari Senin sampai Jum’at, itu pun dibatasi. Kalo akhir pekan malah ditutup, sedangkan masyarakat biasanya ke pantai itu akhir pekan, lah kita buka juga percuma nggak ada yang beli. Kalo kaya gini terus dagangan saya juga nggak lama lagi bakal ikut tutup," ungkapnya.

05f19076c3b17a502c06527581216766.jpg

Selanjutnya, Bu Sudaryono mengungkapkan bahwa sebelum ada pandemi, dagangannya bisa menghasilkan 200 ribu perhari, tapi karena pandemi ini untuk mendapatkan 50 ribu saja sangat sulit. Bahkan, sering seharian tidak ada yang beli.

"Rata-rata penghasilan pedagang makanan di sini sebelum pandemi itu lumayan mas, bisa sekitar 200 ribu lah. Sekarang boro-boro 200 ribu, 50 ribu aja susah banget. Sering dagangan saya seharian nggak ada yang beli. Tapi mau gimana lagi, saya punyanya cuma ini. Alhamdulillah saya masih bisa dagang, teman-teman saya sudah banyak yang tutup karena dagangannya sudah habis buat makan sendiri,” tutur Bu Sudaryono.

32a835aac29e8af320d442e178d94295.jpg

Sedih ya membaca curhat pedagang di tempat wisata ini. Oleh karena itu, insyaallah tim Aksi Cepat Tanggap Bantul berikhtiar mendukung mereka dengan bantuan biaya hidup dan modal usaha, sehingga usaha bisa tetap berjalan. Seusai masa PPKM, mereka pun bisa kembali mencari nafkah seperti sebelumnya. Namun, upaya ini butuh pertolonganmu, Sahabat. Yuk, bantu para pedagang di wisata pantai Kabupaten Bantul lewat laman aksi ini!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang