Bantu Lansia Penjual Sapu Lidi yang Terus Berjuang untuk Bertahan Hidup

Di usianya yang telah senja, Nek Kisni masih harus berjuang untuk bertahan hidup dengan segala keterbatasannya. Ayo, bantu Nek Kisni dengan sedekah terbaikmu!

Simpan

Bantu Lansia Penjual Sapu Lidi yang Terus Berjuang untuk Bertahan Hidup

Target

0 0

0%
0 72 hari tersisa

Bantu Lansia Penjual Sapu Lidi yang Terus Berjuang untuk Bertahan Hidup

Update : 06 Aug, 2021


Menikmati hari tua bersama anak dan cucu serta kehidupan yang bahagia tentu saja sangat didambakan oleh setiap lansia, namun masih banyak lansia yang kurang beruntung dan harus terus berjuang sendiri diusianya yang sudah senja dengan segala keterbatasannya.

Pandemi yang masih berlangsung tentu saja mempengaruhi berbagai sektor, salah satunya adalah sektor ekonomi. Hampir seluruh lapisan masyarakat merasakan dampak dari pandemi Covid-19, tidak terlepas pula para lansia dhuafa yang harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari.

d59389263e2698f37ba657befacbea85.jpg

Salah satu lansia yang harus terus berjuang selama pandemi ini adalah Nek Kisni. Beliau tinggal di salah satu rumah yang berada di pesisir Pulau Bangka bersama cucu laki-lakinya. Setiap harinya Nek Kisni berjalan kaki mencari pelepah daun kelapa untuk diolah dan menjual sapu lidi untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Selama pandemi Nek Kisni bercerita sudah sedikit sekali yang membeli sapu lidi miliknya. Biasanya terjual 5-10 buah sapu lidi, namun sekarang paling hanya 2-3 buah sapu lidi yang bisa ia jual. Penghasilan sehari-harinya tentu saja tidak menentu, kadang hanya 15.000/hari dan kadang-kadang nihil.

2d269d171fa000d74304839b6ff169a1.jpg

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Nek Kisni biasanya dikirimkan uang dari cucu perempuannya, namun uang tersebut hanya cukup untuk membeli beras. Tidak jarang jika Nek Kisni tidak mempunyai penghasilan dari menjual sapu lidi, ia hanya makan nasi + kecap bahkan kadang kala ia hanya makan nasi + minyak jelantah (minyak bekas menggoreng).

"Nenek biasanya jualan sapu lidi nak, tapi sekarang sudah semakin sedikit yang beli, jadi kadang-kadang kalau lagi gaada uang ya makan nasi kecap atau nasi sama minyak jelantah," Curhat Nek Kisni.

Dengan keterbatasan yang Nek Kisni hadapi, ia tidak pernah mengeluh, bahkan ia tidak mau meminta-minta selama ia masih bisa berusaha. Nek Kisni juga tidak segan untuk berbagi kepada tetangganya yang juga membutuhkan setiap mendapatkan rezeki dari orang-orang baik yang mengunjunginya.

d7cfc695a0a44eb1ecb4c1de47c4c321.jpg

Para lansia tentu saja harus menjadi perhatian kita, khususnya mereka yang sudah berusia senja namun masih berjuang. Disaat pandemi yang masih terus merebak, para lansia sangat membutuhkan bantuan pangan untuk mereka sehari-hari.

“Sesungguhnya termasuk dalam pengagungan terhadap Allah Ta’ala adalah memuliakan orang-orang lanjut usia yang muslim” (HR. Abu Dawud no. 4843. Dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2199).

1eed8917670e44cd462f333217a27976.jpg

InsyaAllah, tim Aksi Cepat Tanggap Bangka akan melakukan Operasi Pangan Gratis untuk Nek Kisni dan lansia dhuafa lainnya yang masih terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari yang berada di Wilayah Pulau Bangka.

Sahabat, yuk bantu para lansia yang tidak menyerah dan terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan sedekah terbaik Sahabat melalui laman aksi ini!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang