Kuatkan Anak-anak Surabaya yang Menjadi Yatim Piatu di Tengah Pandemi

Di tengah pandemi Covid-19, tak sedikit anak-anak di Surabaya yang harus kehilangan sosok orangtua, kini mereka pun harus menjadi yatim piatu. Mari kuatkan anak-anak hebat ini dengan sedekah terbaikmu.

Simpan

Kuatkan Anak-anak Surabaya yang Menjadi Yatim Piatu di Tengah Pandemi

Target

0 0

0%
0 72 hari tersisa

Kuatkan Anak-anak Surabaya yang Menjadi Yatim Piatu di Tengah Pandemi


Sahabat, belakangan ini rasanya kabar duka tak henti-hentinya menghampiri, tak sedikit yang harus kehilangan sahabat, saudara, anak bahkan orangtua di tengah pandemi ini.

Dikutip dari Kompas.com, bahkan di wilayah Jawa Timur saja, terdapat 5.000 lebih anak yang menjadi yatim piatu karena orangtuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Salah satunya adalah Nayla, yang sempat dikunjungi tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) MRI Surabaya beberapa waktu lalu. Adik manis ini ditinggal ibundanya saat usianya baru 5 tahun. Sang ibunda tak mampu lagi bertahan melawan Covid-19.

a36192921372c95b1473475423ca3702.jpg

Ayahnya yang bekerja sebagai kuli bangunan sering kali harus bekerja lembur, hingga Nayla harus tinggal dan dirawat oleh neneknya, Mbah Siti. Di usianya yang sudah sepuh, mbah Siti harus menyiapkan kebutuhan Nayla, mulai dari berangkat ngaji, sekolah, mendampingi sekolah daring dan menyiapkan kebutuhan sehari-hari.

Mbah Siti sering kali menangis ketika mengingat anaknya (ibu Nayla) yang telah meninggal dunia sebulan lalu, apalagi ketika melihat cucunya yang masih TK. Beliau sebenarnya kewalahan mendampingi Nayla yang harus sekolah daring, sebab kesulitan menggunakan perangkat smartphone.

"Andai anakku masih ada mungkin cucuku ngga kayak gini," ungkap Mbah Siti, sambil menangis.

45ae5568e71570bc9a2905c16d04e04d.jpg

Kadang Nayla juga masih mencari ibunya, dengan polos ia bertanya pada sang ayah "Kenapa ibu ngga pulang pulang". Selepas subuh gadis mungil ini juga sering mengajak ayahnya mendoakan ibunya. Dengan pendapatan ayahnya yang tak seberapa, tentu sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan Nayla, apalagi neneknya juga sudah tua.

Sahabat, Nayla hanyalah salah satu gambaran dari ribuan anak lainnya yang harus kehilangan sosok orangtua di tengah pandemi. Biaya sekolah dan biaya hidup yang tidak sedikitpun tentu menjadi beban sulit bagi anak-anak yatim seperti Nayla.

Melihat kondisi ini, tim ACT Surabaya akan berikhtiar memberikan beasiswa dan bantuan biaya hidup bagi anak-anak yatim terdampak covid-19 di wilayah Surabaya. Maukah kamu turut meringankan ujian yang tengah mereka hadapi?

c178e011618e78ab248d31ace66aa7c3.jpg

Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

Insya Allah ACT Surabaya akan memberikan bantuan berupa beasiswa dan biaya hidup bagi anak-anak pejuang ini. Yuk kuatkan mereka dengan ikhtiar terbaik kita!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang