Tinggal Sendirian di Jurang, Hadirkan Hunian yang Nyaman untuk Mak Esah

Tinggal di bawah jurang tanpa tetangga, Mak Esah harus melawan bahaya setiap kali memanjat tangga bambu melintasi tebing yang curam dan licin. Yuk, bantu Mak Esah dengan sedekah kita!

Simpan

Tinggal Sendirian di Jurang, Hadirkan Hunian yang Nyaman untuk Mak Esah

Target

0 0

0%
0 97 hari tersisa

Tinggal Sendirian di Jurang, Hadirkan Hunian yang Nyaman untuk Mak Esah

Update : 11 Aug, 2021


Bagaimana rasanya tinggal di rumah yang teramat sederhana dan tersembunyi di bawah jurang?

Mak Esah (55 tahun) tentu bisa menjawab betapa tidak nyaman rasanya. Ia merupakan seorang janda dengan 5 orang anak yang harus tinggal di rumah yang lapuk, jauh dari pemukiman warga. Bahkan, rumah Mak Esah berada jauh di bawah jurang dan dekat dengan hutan belantara. Hanya ada rumah Mak Esah di lokasi tersebut, tepatnya di wilayah Kampung Jatiwangi, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.

4fb08efdbfa4515596f0b25511af3476.jpg

Mak Esah tinggal bersama salah satu anaknya, yang sudah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak. Awalnya pada tahun 1982 tempat yang ditinggali oleh Mak Esah adalah sebuah kampung yang banyak penduduknya, namun tragedi longsor membuat warga yang lain pindah ke tempat yang lebih aman, yaitu ke Kampung Jatiwangi yang merupakan pusat kampung saat ini. Adapun Mak Esah tetap bertahan karena tidak punya uang untuk membeli tanah serta membuat rumah. Sungguh memprihatinkan.

Sehari-hari Mak Esah menghabiskan waktunya di kebun, mencari nafkah sebagai buruh tani. Terkadang ia hanya di rumah merawat kedua cucunya. Saat ini, dua anak Mak Esah telah beranjak dewasa namun dengan keadaan yang juga terbatas sehingga tak bisa banyak membantunya. Anaknya yang ketiga hingga kelima masih menempuh pendidikan di pesantren, dibiayai oleh beasiswa dari dermawan yang melihat berita tentang keluarga ini di televisi.

a50e0fcd019b9bf987b51a60b2f5bb9a.jpg

Untuk membeli makan atau keperluan ke petugas RT setempat, ia dan anak-anaknya harus menaiki tangga dan tebing yang curam. Butuh keberanian khusus untuk melewatinya, saking berbahayanya akses jalan ke sana. Bahkan beberapa tahun silam pernah ada tragedi yang mengakibatkan warga meninggal ketika menaiki tangga di tebing yang curam itu. Tidak terbayang ketika hujan deras turun, Mak Esah tidak bisa menaiki tangga karena keadaan tebing yang licin.

69f50b4a45834e92269c515ee32b0156.jpg

Tak hanya akses jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, rumah Mak Esah saat ini juga sangat perlu diperbaiki. Kondisi rumahnya berdinding bilik bambu, bagian kamarnya sudah bolong-bolong sehingga kalau malam terasa dingin. Lantainya terbuat dari kayu yang sebagian sudah melapuk dan atapnya pasti mengalami bocor ketika hujan turun. Tak terkira betapa tidak nyamannya kehidupan Mak Esah di gubuk tersebut.
5d59317acd81f72067140263b440b1cf.jpg

Insya Allah, tim Aksi Cepat Tanggap Garut akan membantu memberikan tempat yang layak untuk ditinggali Mak Esah, serta membukakan akses jalan yang layak agar Mak Esah serta warga sekitar tidak perlu naik tangga bambu di tebing yang curam, dan rawan celaka. Yuk, Sahabat, bantu ikhtiar ini dengan sedekah kita di laman aksi ini!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang