Tubuh Rentanya Sulit Cari Nafkah, Bantu Modali Usaha Mbah Badut

Mbah Badut, begitu ia biasa dipanggil. Badut jalanan di kota Madiun ini usianya sudah 70 tahun, dan kini mendambakan pekerjaan yang lebih baik. Yuk Sahabat, kita bantu modali usahanya!

Simpan

Tubuh Rentanya Sulit Cari Nafkah, Bantu Modali Usaha Mbah Badut

Target

0 0

0%
0 102 hari tersisa

Tubuh Rentanya Sulit Cari Nafkah, Bantu Modali Usaha Mbah Badut

Update : 15 Sep, 2021


Di balik topeng berbentuk mimik tertawa ini, ada wajah lesu kakek lansia yang harus melawan penat demi mendapat nafkah...

Mbah Badut atau Pak Subroto kini sudah berusia 70 tahun. Namun ia masih turun ke jalan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama untuk anaknya. Saat ini ia terpaksa menjadi badut jalanan. Bajunya hanya daster lusuh, memakai kaos kaki warna-warni, topeng sederhana dan seadanya. Mengais rezeki dengan mengandalkan belas kasihan pengendara.

aefa28b7f615517fb7c7a6b05fd5ef4f.png

Dulu ia adalah pedagang es tebu, namun gerobaknya harus dijual untuk mengobati istrinya yang sakit stroke. Qodarullah istrinya meninggal dunia di tengah pengobatan. Anaknya hanya 1 masih sekolah. Terpaksa dititipkan ke tetangga karena rumah pun tidak punya. Sekarang, sehari-hari ia tidur di emperan rumah tetangga yang berbaik hati. Sungguh menyedihkan.

Mbah Badut biasa bekerja di lampu merah perempatan Jalan MT Haryono, Madiun. Tempatnya mencari nafkah berjarak sekitar 3 kilometer dari rumahnya di Jalan Sriti, Nambangan Kidul.

Setiap hari Mbah Badut bekerja dari jam 4 sore sampai malam hari. Untuk mendapatkan penghasilan, ia harus berjalan dari satu kendaraan ke kendaraan lain. Kadang ada yang memberi kadang pun tidak. Jalannya agak tertatih karena ada masalah di kakinya. Namun semangatnya luar biasa untuk terus memenuhi kebutuhan keluarganya.

bbcee51f22e4814381ff84c2a88452e9.png

Hingga saat ini Mbah Badut atau Pak Subroto masih menjadi badut jalanan. Namun beberapa hari sempat libur karena sakit dan kelelahan. Saat ini ia ingin melakukan pekerjaan lain seperti berdagang karena menjadi badut sungguh melelahkan baginya. Selain itu, karena tidak memiliki rumah, ia hanya tinggal di teras rumah tetangganya saja.

"Sebenernya saya gamau mbak jadi badut, sering kucing-kucingan sama satpol PP. Apalagi kaki saya ini sakit. Tidak bisa lari," jelas Mbah Badut.

0671126b98d5d9d7f89528fb86ae1e37.jpg

Ia berharap jika ada modal untuk usaha, akan berdagang es tebu atau yang lainnya. Di usia tuanya ia tidak ingin bekerja terlalu berat karena gampang letih dan lemas. Apalagi ketika istrinya sakit, ia sudah berusaha meminta keringanan ke manapun tapi tidak ada jawaban sama sekali. Oleh karena itu, sewaktu tim MRI - ACT Madiun memberikan paket pangan Operasi Pangan Gratis, ia merasa terharu karena masih ada yang peduli dengannya.

656cf7844cb1157b3006bcfa8916aa06.jpg

Insya Allah tim MRI - ACT Madiun akan memberikan modal usaha untuk Mbah Badut atau Pak Subroto untuk berjualan. Mengingat kondisinya yang sudah sepuh seharusnya ia tidak boleh banyak bekerja di jalanan apalagi sangat beresiko tinggi. Selain itu karena tidak memiliki rumah, tim MRI - ACT Madiun berkeinginan untuk menyewakan kos agar Pak Subroto bisa memiliki hunian sementara yang layak.

Yuk, Sahabat. Bantu Mbah Badut memulai kembali usahanya sebagai pedagang es tebu!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang