Bantu Perjuangan Nenek Euis Mengais Sampah Demi Rawat Cucunya yang Sakit

Usia tua tak lantas membuat Nenek Euis menyerah, dan tetap bekerja meski hanya menjadi pemulung. Nenek Euis ingin sekali bisa tinggal bersama dengan cucunya di rumah yang nyaman. Sahabat, yuk bantu wujudkan keinginan Nenek Euis!

Simpan

Bantu Perjuangan Nenek Euis Mengais Sampah Demi Rawat Cucunya yang Sakit

Target

0 0

0%
0 128 hari tersisa

Bantu Perjuangan Nenek Euis Mengais Sampah Demi Rawat Cucunya yang Sakit

Update : 23 Aug, 2021


"Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. ... Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya." (HR. Muslim)

Nenek Euis (53 Tahun) adalah lansia tangguh. Sehari-hari beliau mencari pemasukan dengan menjadi pemulung, penghasilannya hanya Rp15.000-an per harinya. Setiap hari berjalan kaki belasan kilometer untuk bisa menghidupi satu satunya harta yg paling berharga dalam hidup Nenek Euis, yaitu cucu semata wayangnya, Herlis.

074f317d0aece205cddf79e17ed80ee1.jpg

"Bagi saya, Herlis adalah anugerah dari yang Maha Kuasa, yang harus saya jaga selama hidup saya, saya rela berjalan jauh, panas panasan, demi Herlis, biar bisa beli beras buat makan Herlis. Meskipun cuma 15 ribu, sekali mulungnya habis buat beli beras dan susu Herlis, gapapa mas besok akan mulung lagi, saya akan cari rezeki terus buat Herlis, jangan sampai Herlis menderita, biar saya saja," ujar Nenek Euis.

Herlis (12 Tahun) mengalami penyakit kelumpuhan otak atau Cerebral Palsy, yang menyebabkan kegagalan atau hambatan juga pada proses tumbuh kembang anak. Namun Nenek Euis tetap menyayangi cucunya ini sepenuh hati.

960a3753f3e0278adb1e274a3863be54.jpg

Setiap hari Nenek Euis berangkat mencari rongsok dari pagi hingga malam hari. Dengan karung besar yang dibawanya, beliau mencari rongsok yang ditemukan di tong sampah atau di pinggir pinggir jalan. Kadang Nek Euis juga membawa Herlis, karena sering Herlis terjatuh dari kasurnya jika ditinggalkan sendiri.

"Pernah saya cuma dapat 7 ribu sehari mas, hari itu sendal saya hilang saat berhenti sholat di mushola, yang saya pikirkan buat makan Herlis dulu, saya pulang tanpa alas kaki ke rumah gapapa mas yang penting saya bawa beras buat Herlis..."

Harapan besar Nenek Euis yaitu ingin bisa tinggal di rumah yang layak, selain itu juga bisa memiliki usaha sendiri, sehingga penghasilan yang didapatkan lebih baik.

80da5dae026b36bc3c375396e9c19e58.jpg

"Saya ingin punya usaha sendiri mas, yg gak jauh dari Herlis, nanti hasil usahanya buat biaya berobat jalan, penanganan terapi dan kursi roda Herlis"

Sahabat Dermawan, kegigihan Nenek Euis adalah teladan bagi kita semua, namun kondisi fisiknya semakin renta, masa pandemi juga membuat kondisi ekonominya sulit. Yuk, berikan sedekah terbaikmu untuk membahagiakan Nenek Euis dan Cucunya Herlis. Insyaallah Aksi Cepat Tanggap Cirebon akan memperbaiki rumah tinggal Nenek Euis dan Herlis sekaligus mengikhtiarkan modal untuk usaha seperti yang diharapkan Nenek Euis.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Ayo ikut berkontribusi dengan menjadi fundraiser pada campaign ini.
Sedekah Sekarang