PPKM Berkepanjangan, Seniman Karawitan Tegal Rela Puasa Tuk Menahan Lapar

Sahabat, pandemi Covid-19 mengancam perekonomian rakyat. Tanpa terkecuali para Seniman Karawitan Tegal yang sudah lebih dari 2 tahun tak menerima job. Ayo, bantu penuhi kebutuhan pangan mereka dengan sedekah terbaikmu!

Simpan

PPKM Berkepanjangan, Seniman Karawitan Tegal Rela Puasa Tuk Menahan Lapar

Target

0 0

0%
0 33 hari tersisa

PPKM Berkepanjangan, Seniman Karawitan Tegal Rela Puasa Tuk Menahan Lapar


Salah satu seniman yang bernama Mbah Rubai, sudah berkecimpung di dunia ketoprak dan karawitan lebih dari setengah abad. Saking cintanya dengan kebudayaan leluhur, Mbah Rubai sering mengajar di sekolah-sekolah tanpa memungut bayaran. Namun seiring berkembangnya zaman, kesenian seperti ini terlupakan. Pekan lalu jadwal latihan karawitan di Pendopo berlansung. Mbah Rubai begitu semangat, dengan mengenakan baju batik terbaiknya beliau meluncur ke Pendopo.

c53b43ac6762173e0ac6231643108595.jpg

Mbah Rubai yang mengisi hari-harinya sebagai tukang becak. Beliau lahir sebelum kemerdekaan, saat ini sudah 72 tahun usianya. Kakinya sudah tak sekuat dulu, sering kali gemetar akibat asam urat yang tak dirasa. Matanya sudah rabun, terpaksa Mbah Rubai memakai kacamata bekas yang sudah dibelinya sejak 2005 silam.

Tak jarang pelanggan lebih memilih tukang becak yang lebih muda dan kuat. Seharian mangkal seringkali Mbah Rubai tak dapat penumpang, terpaksa pulang dengan tangan kosong. Istri yang sudah menunggu di rumah hanya bisa pasrah dan menahan lapar karena tidak ada yang dimakan.

Di rumah sederhananya yang terletak di Pesisir Pantura inilah beliau tinggal bersama sang istri. Beliau tak dikaruniai seorang anak. “Rumahku digentengnya banyak ban nya mba, soalnya biar nggak terbang tertiup angin,” curhatnya.

12fd2f36501358817378ad3f3de24756.jpg

Lain cerita dengan Mbah Rukiyah, sepupu Mbah Rubai yang menjadi seorang sinden. Di usia senjanya beliau menyambung hidup dengan berjualan rokok di pinggir jalan.

Sahabat, kisah Mbah Rubai dan Mbah Rukiyah adalah gambaran para seniman yang keadaannya saat ini sangat perlu dibantu.

e60ed4b4bdb832a70c8c7e6a3eb73776.jpg

Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan perbuatan kalian," (Shahih Muslim juz 4 hal. 1987 No. 2564).

Sahabat dermawan, memperoleh makanan bergizi bagi sebagian besar kita mungkin bukan perkara yang sulit. Namun lain cerita bagi para seniman karawitan yang kesulitan untuk mencari nafkah. Maka dari itu, InsyaAllah tim Aksi Cepat Tanggap Tegal akan memberikan paket berupa paket pangan bergizi tak hanya untuk Mbah Rubai, tetapi semua seniman karawitan lansia prasejahtera lainnya di Tegal dan sekitarnya.

Sahabat, yuk kita apresiasi dan beri dukungan untuk Mbah Rubai dan personel karawitan lainnya yang giat berjuang mencari nafkah dalam kondisi pandemi ini. Ayo, bersama kita bantu mereka dengan sedekah terbaik!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang