Lansia Sebatang Kara, Bantu Mbah Ijem Menjalani Hidup Lebih Layak

Hati siapa tak terenyuh melihat Mbah Ijem di rumahnya yang sederhana. Wanita paruh baya ini harus terus bekerja, dan beristirahat di dipan dengan bantal yang tersusun dari karung beras. Yuk, bantu Mbah Ijem hidup lebih layak

Simpan

Lansia Sebatang Kara, Bantu Mbah Ijem Menjalani Hidup Lebih Layak

Target

0 0

0%
0 102 hari tersisa

Lansia Sebatang Kara, Bantu Mbah Ijem Menjalani Hidup Lebih Layak

Update : 23 Aug, 2021


Usianya nyaris satu abad, tapi tubuh rentanya harus tetap berjuang sebatang kara.

Inilah takdir hidup yang mesti dijalani Mbah Ijem (91). Di usianya yang nyaris seabad, Beliau telah ditinggal oleh sang suami yang lebih dahulu wafat 25 tahun silam. Begitu pula anak-anak kandungnya, yang berusia tak sepanjang dirinya. Sedihnya, Mbah Ijem masih harus berjuang mencari nafkah demi menyambung nyawa dengan tubuh yang telah amat renta.

c2f4be687c4dbfd8495f9755b2841bd2.jpg

Sehari-harinya, Mbah Ijem berjualan sembako agar bisa membiayai hidupnya. Bagi Mbah Ijem, hanya berdiam di kasur tuanya berarti tak bisa makan, mengeluh takkan bisa menghapus peluh. Setiap hari Beliau pun duduk menunggu kedatangan pelanggan di warung sederhana di rumahnya. Barang dagangannya diletakkan di sebuah rak lemari tua dan sebagian digantungkan di sebuah tali. Mbah Ijem menjaga warungnya sambil memberi makan ayam-ayam kecilnya. Jika sudah tak ada uang, terpaksalah ayam-ayam ini dijual ke warga sekitar.

Untuk menyuplai kebutuhan dagangannya, Mbah Ijem harus berjalan kaki menuju Pasar Sentolo yang jauhnya kurang lebih 2 kilometer. Rasa sakit di kaki harus Beliau tahan demi bisa makan. Kadangkala ada yang menawarinya tumpangan. Namun, Beliau tidak rutin tiap hari ke pasar membeli barang dagangan karena kerap kali dagangannya tak laku sama sekali dalam sehari.

76f1ad74c4cf28e0df8feb5c7bca246d.jpg

Jika berkunjung ke rumah Mbah Ijem, Sahabat tentu merasa terenyuh. Pasalnya, kondisi rumah Beliau sangat memprihatinkan. Setiap malam Beliau tidur di sebuah dipan kayu beralaskan karung beras. Karung beras bekas ini juga yang menjadi pembungkus bagi bantal kapuk tua miliknya. Tak ada selimut ataupun kasur empuk untuk sekedar menghangatkan badan dan mengistirahatkan punggungnya yang sudah semakin lemah. Bantal keras itu pun merupakan buatannya sendiri, saking tak mampunya Beliau membeli bantal yang layak.

cc568aeaaa3d25a2977a59b6739665da.jpg

Ketika tim ACT-MRI Kulonprogo mengunjunginya dan menanyakan apa yang Beliau amat butuhkan, Beliau hanya menjawab sangat ingin punya kasur dan bantal yang lebih baik kondisinya karena nyaris setiap malam Mbah Ijem mengalami kesulitan tidur karena badannya yang sakit-sakitan. Sungguh pilu mendengar curhatnya yang polos tanpa dibuat-buat.

Untuk itu, insya Allah, tim ACT-MRI Kulonprogo akan berikhtiar memborong habis dagangan Mbah Ijem dan memenuhi biaya hidupnya, sehingga Beliau tak perlu bekerja keras selama beberapa waktu ke depan. Selain itu, hadiah berupa paket pangan, kasur, bantal, dan berbagai kebutuhan lainnya akan diberikan untuknya.

88bf2e3ee5981aec56ab48e812f81e93.jpg

Sahabat, mari bantu bahagiakan Mbah Ijem di hari tuanya dengan sedekah terhebatmu, agar Beliau tak perlu lagi berlelah bekerja terlampau keras setiap hari. Hadirkan pertolonganmu, muliakan lansia prasejahtera di Kulonprogo tersebut melalui laman aksi ini!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang