Makan dengan Garam, Bantu Pejuang Transportasi Terminal Cileungsi

Pengurangan jumlah operasioanal bus, para supir hanya makan dengan garam dan daun singkong. Tak sedikit pula yang terusir dari kontrakan. Mari bantu mereka bertahan di tengah pandemi!

Simpan

Makan dengan Garam, Bantu Pejuang Transportasi Terminal Cileungsi

Target

0 0

0%
0 43 hari tersisa

Makan dengan Garam, Bantu Pejuang Transportasi Terminal Cileungsi

Update : 23 Aug, 2021


Sudah satu tahun lebih pandemi Covid-19 malanda, kondisi ini menyebabkan merosotnya perekonomian Indonesia. Hampir seluruh aktivitas usaha terpukul di tengah kondisi ini, banyak pula pekerja harian yang mulai menyerah dengan keadaan. Salah satunya adalah para supir transportasi.

Di Terminal Cileungsi misalnya, sebelum pandemi sebanyak 35 armada bus bisa beroperasi dengan 100 crew yang bekerja setiap harinya. Namun di tengah pandemi jumlah kendaraan yang beroperasi pun turun drastis, hanya 6 bus yang tetap berjalan. Akhirnya para pekerja harus bergantian, mereka hanya bekerja sekali dalam sepekan. Kondisi ini tentu membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

f7bec7e89f73311bce232704a6ffeaac.jpg

Salah satu supir transportasi, Pak Ujang (52 tahun) mengatakan, selama 6 bulan ini, dirinya sudah terluntang-lantung di Terminal Cileungsi, Kabupaten Bogor. "Selama pandemi banyak sekali pembatasan, sehingga sebagian bus berhenti beroperasi karena efisiensi dan berkurangnya jumlah penumpang," tuturnya.

Pria asal Garut ini pun bingung dengan kondisi yang harus dihadapinya saat ini. Bahkan tak sedikit dari teman-temannya, sesama supir angkutan yang akhirnya terusir dari rumah kontrakannya karena tidak bisa membayar. Mereka pun harus tinggal di terminal, tidur di dalam bus atau mushola. Keluarga dan istri mereka pun terpaksa dipulangkan ke kampung karena kondisi di tanah rantau yang sudah semakin tak menentu.

8a4b89249a6fcdefe7ac76e04a5a49be.jpg

Saat ini untuk memenuhi kebutuhan makan, para supir ini mengandalkan kebaikan sesama crew yang beroperasi. Jika ada yang beroperasi, maka diminta patungan Rp 20.000 untuk bisa beli bahan makanan bersama-sama. Tak jarang mereka hanya makan dengan garam dan daun singkong yang mereka tanam sendiri.

Melihat kondisi para supir di Terminal Cileungsi ini, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bogor Timur berikhtiar untuk memberikan bantuan pangan dan sandang untuk mereka bertahan hidup. Sahabat, maukah kamu turut membantu mereka bertahan di tengah pandemi ini?

2020fe659934d6ae976b9fe18e13ebe2.jpg

"Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)

Sahabat, yuk sama-sama bantu para pejuang transportasi dengan sedekah terbaik yang bisa kita diberikan!
Semoga bantuan ini bisa membantu perjuangan mereka, hingga bisa melalui masa pandemi ini. Amin.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang