Sepi Penumpang Minim Penghasilan, Bantu Para Porter di Stasiun Balapan

Masa pandemi berdampak signifikan pada semua lini. Terutama para pekerja harian dalam mencari nafkah yang mengandalkan aktivitas masyarakat dalam mencari rejeki. Kisah ini juga dialami oleh para porter di Stasiun Solo Balapan. Yuk kita bantu mereka!

Simpan

Sepi Penumpang Minim Penghasilan, Bantu Para Porter di Stasiun Balapan

Target

0 0

0%
0 103 hari tersisa

Sepi Penumpang Minim Penghasilan, Bantu Para Porter di Stasiun Balapan

Update : 25 Aug, 2021


Sekali lagi, kisah prihatin datang dari rekan-rekan porter di stasiun Solo Balapan yang masih harus merasakan ketiadaan pemasukan akibat pandemi berkepanjangan. Adanya pembatasan aktivitas menyebabkan masyarakat enggan berpergian jauh. Rasa cemas akan penularan penyakit, sekaligus persyaratan bepergian yang dipersulit, membuat perjalanan jarak jauh dengan kendaraan umum masih minim peminat, termasuk kereta api. Akibatnya, tempat perhentian transportasi umum seperti stasiun Solo Balapan sangat sepi. Tentu saja, para porter jadi salah satu yang paling parah terdampak.

e137dcc3818fca2b24f969b24f43b792.jpg

Mereka adalah pekerja harian yang tak mendapatkan upah tetap dari stasiun ataupun PT Kereta Api Indonesia. Selama ini, mereka mengharapkan upah sukarela dari para penumpang yang menggunakan jasa mereka. Stasiun Solo Balapan yang biasanya selalu ramai penumpang, jadi tempat mencari nafkah yang cukup menjanjikan pada masa-masa normal, apalagi di akhir pekan. Namun kini, sudah lebih dari satu setengah tahun, kehidupan mereka berubah.

2a1c3a421157f0e163f702654fe33b6b.jpg

Tim ACT Solo berkesempatan jumpa dengan Bapak Suparno, salah satu porter di Stasiun Solo Balapan. Beliau menceritakan bahwa sejak pandemi, dalam sehari mereka hanya memperoleh upah paling banyak 30 ribu rupiah. Itu pun jika hari sedang baik. Seringkali mereka malahan tidak mendapatkan upah sama sekali, saking tiadanya penumpang yang menggunakan jasa mereka. Pendapatan yang sangat minim tersebut masih harus dipotong biaya operasional harian, untuk membeli bensin motor ataupun makan siang. Pak Suparno sampai rela berhutang di Bank untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Lalu, apa yang bisa dibawa pulang oleh para porter ini untuk menafkahi keluarga di rumah? Ya, Sahabat. Puluhan bahkan ratusan pekerja porter saat ini mengalami kesusahan karena pendapatan harian berkurang drastis. Untuk kebutuhan pangan saja belum tercukupi, apalagi untuk kebutuhan lainnya seperti pendidikan bagi yang anaknya masih bersekolah. Saat ini, mereka membutuhkan bantuan agar bisa melanjutkan kehidupan.

1664c83560ebc003910f4978b85f0570.jpg

InsyaAllah ACT Solo akan menyapa para porter di stasiun-stasiun Solo Raya untuk menyampaikan bantuan paket pangan dan biaya hidup, demi meringankan beban mereka yang terimpit di masa sulit. Yuk, ikut serta dukung upaya ini dengan sedekah terbaik!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang