Bangun Hunian Layak untuk Pak Rukit dan 6 Anaknya yang Tinggal di Rumah Terpal

Pak Rukit dan keenam anaknya bertahan dari terpaan panas dan dingin hanya di dalam bangunan yang terbuat dari terpal di pinggir sungai. Sahabat, mari bantu hadirkan rumah layak huni untuk keluarga Pak Rukit.

Simpan

Bangun Hunian Layak untuk Pak Rukit dan 6 Anaknya yang Tinggal di Rumah Terpal

Target

0 0

0%
0 95 hari tersisa

Bangun Hunian Layak untuk Pak Rukit dan 6 Anaknya yang Tinggal di Rumah Terpal


"Saya jual motor saya untuk membuat rumah dari terpal ini, agar anak saya ada tempat untuk tidur..." ungkap Pak Rukit.

Pak Rukit (45 tahun) seorang ayah yang harus menghidupi 6 orang anak berusia yang paling kecil 2 tahun dan tertua 19 tahun. Ia hidup dalam kondisi serba kekurangan bersama anak-anaknya. Istrinya sakit keras tanpa mendapatkan pelayanan medis karena tak memiliki biaya, hingga meninggal dunia 1 bulan yang lalu. Kondisi kehidupan beliau viral di media karena sangat memprihatinkan. Mereka hidup di rumah sangat tak layak huni.

c507a60604a70658e0aa86177c9f20bd.jpg

Rumah yang hanya beratap terpal serta dinding dengan bahan yang sama. Tak ada ruang tamu, yang ada hanya ruangan dan kamar mandi yang menyatu dengan ukuran 3 x 2 meter. Akses ke rumah itu pun juga sangat memperihatinkan, hanya jalan setapak selebar bahu orang dewasa dan sulit dijangkau kendaraan. Posisinya pun berada persis di bibir sungai brantas, sangat mengkhawatirkan keselamatan. Bahkan jika ada angin kencang yang menerpa, tak jarang terpal berterbangan kemana-mana.

834c7b7f7f349596f60a61be16afa276.jpg

Pak Rukit dan anak-anaknya harus tidur dalam berdesakan dalam 1 ruang yang sama karena hanya itulah ruang di rumah yang mereka tempati. Terkadang ketika hujan pak Rukit harus bersiaga sampai pagi untuk menjaga anak-anaknya dari tetesan air hujan. Sudah dipastikan kasur tempat mereka tidur harus basah karena hujan mengalir masuk ke rumah mereka. Rumah terpal yang mereka tempati saat ini adalah hasil Pak Rukit menjual sepeda motornya yang biasa digunakan sehari-hari untuk bekerja.

120bd9b39631ef2588c0efadad1237e0.jpg

Sebelum pandemi, Pak Rukit bekerja sebagai kuli bangunan panggilan yang tidak setiap hari ada pekerjaan. Upahnya tak banyak hanya berkisar Rp75.000-125.000 saja perhari. Namun, upah tersebut sangat jauh dari kurang untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Mulai kebutuhan makan harian hingga kebutuhan pendidikan keenam anak Pak Rukit.

“Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat.” (HR: Tirmidzi : 1853)

484417f873f2c3e54ec4a1b53d39711f.jpg

Insya allah Tim Aksi Cepat Tanggap Malang akan membangunkan rumah impian yang bisa menaungi Pak Rukit dan keenam anaknya. Mewujudkan rumah yang layak huni sehingga tidak ada lagi bocor dan kerisauan akan kondisi cuaca yang membahayakan keluarganya.

Pak Rukit tak berharap banyak, jika diberikan kesempatan ia ingin tinggal di rumah yang layak sehingga bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman bersama keenam anaknya. Sahabat, yuk bantu bangunkan rumah impian Pak Rukit dan masa depan keenam anaknya.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang