Bantu Pedagang Kecil Lansia, Bahagiakan Mbah Tunggak dan Mbah Arjo Lainnya di Ponorogo

Dampak dari pandemi Covid-19 masih terus dirasakan oleh para pejuang nafkah, terutama pedagang kecil di jalanan kota Ponorogo. Ditambah dengan Kebijakan PPKM tentunya semakin membuat omzet para pedagang menurun & semakin melemahkan perekonomiannya

Simpan

Bantu Pedagang Kecil Lansia, Bahagiakan Mbah Tunggak dan Mbah Arjo Lainnya di Ponorogo

Target

0 0

0%
0 66 hari tersisa

Bantu Pedagang Kecil Lansia, Bahagiakan Mbah Tunggak dan Mbah Arjo Lainnya di Ponorogo

Update : 31 Aug, 2021


Dampak dari pandemi Covid-19 masih terus dirasakan oleh para pejuang nafkah, terutama pedagang kecil di jalanan kota Ponorogo. Semenjak pemberlakuan PPKM hingga beberapa bulan, seperti pembatasan pembukaan lapak hingga pukul 20.00 wib, pemadaman lampu kota pada jam malam, hal tersebut membuat jalanan menjadi sepi dan pedaganng menjadi sepi pelanggan. Kebijakan tersebut tentunya menyebabkan omzet para pedagang menurun dan semakin mengganggu roda perekonomiannya.

Sekitar pukul 20.30, di jalanan Ponorogo yang mulai lengang karena PPKM, kami melihat seorang bapak tua yang mendorong becak dagangannya. Lantas beliau berhenti dibawah reklame besar di bundaran luwes Ponorogo, dengan harapan pembeli datang. Namun hampir 30 menit berlalu, belum ada satupun pembeli menghampiri. Kamipun mendekat dan membeli lontong sate sambil mengajak beliau berbincang. Pak Arjo Tukiran. Rambut telah beruban, namun tangan masih cekatan.
Di usia ke 60 tahun, setiap harinya beliau bergelut dengan asap hingga larut malam.

d657d2beb81288f2f928371f0e6ca776.jpg

“Ngantos jam 12 dalu” ( Sampai jam 12 malam) Jawab beliau ketika kami menanyakan sampai pukul berapa berjualan.

Tak lebih dari 100 ribu yang beliau bawa pulang, sejak pagi menyiapkan dagangan.
Akhirnya kami pun borong dagangan beliau. Raut bahagia terpancar. Ketulusan seorang pejuang nafkah bisa kami rasakan.
“Alhamdulillaah” beliau panjatkan rasa syukur sembari mendoakan kami semua.

Selain Pak Arjo Tukiran, ada kisah tentang Mbah Tunggak , seorang kakek yang berjualan seorang diri di tengah terik matahari

Usianya sekitar 85 tahun. Kami temui di utara alun-alun. Berjualan aneka kerupuk dan buah yang dikulak dari pasar.

Beliau kulakan sejak jam 1 dini hari dengan sepeda kayuhnya yang membuat beliau harus bolak balik mengangkut dagangannya. Berjualan mulai pukul 6 pagi-sore hari dengan pembeli yang tidak mesti
a3c4000bbd7cc9c7fa19e4fd7ed90cce.jpg

Di usia senja, beliau memilih berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pantang menyerah meskipun pernah merugi. Dagangan buah yang tidak laku hingga membusuk, tidak membuat beliau berhenti berjualan lagi. Beliau tetap semangat dalam menjemput rizki.
Dan masih banyak kisah kisah pedagang lainnya.

e750bfe582a42b54d232a7d6e4c595dd.jpg

Terimakasih sahabat dermawan. Lewat kemurahan hatimu, Mbah Arjo Tukiran tersenyum bahagia karena malam itu bisa pulang lebih awal dan mendapatkan penghasilan lebih dari biasanya. Begitu pula Mbah Tunggak, tawa bahagia serta doa dan nasehat tak hentinya diberikan kepada kami. Jangan berhenti disini ya ! Semoga sahabat dermawan istiqomah dalam berbuat kebaikan.
Insyaa Allaah, selain memborong dagangan pedagag lansia di Ponorogo, bantuan akan diberikan dalam bentuk modal usaha dan bantuan biaya hidup. Semoga dengan bantuan ini, memberikan kebermanfaatan, menambah semangat dan meringankan beban.

“Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula” (Ar Rahman ayat 60)

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang