Ekonomi Makin Sulit, Mari Bangkitkan Usaha Para Difabel di Banten

Pak Heri adalah seorang pedagang tunadaksa yang tak ingin menyerah dengan keadaan. Beliau tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan sang istri yang sebentar lagi akan melahirkan. Berikan modal untuknya yuk!

Simpan

Ekonomi Makin Sulit, Mari Bangkitkan Usaha Para Difabel di Banten

Target

0 0

0%
0 44 hari tersisa

Ekonomi Makin Sulit, Mari Bangkitkan Usaha Para Difabel di Banten

Update : 01 Sep, 2021


Di masa pandemi ini, banyak usaha masyarakat yang pendapatannya menurun, tak terkecuali usaha penyandang difabel di Provinsi Banten. Situasi ini membuat mereka harus bekerja ekstra untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Salah satunya adalah Pak Heri. Kondisinya sebagai seorang penyandang difabel tentulah tidak mudah. Sudah 3 tahun ini, ia berusaha mencari nafkah dengan berdagang di sekitar Kampung Undar-Andir Kragilan.

Selama berjualan, Pak Heri tidak menggunakan modal sendiri. Beliau membantu menawarkan dagangan orang lain, untuk mendapat komisi dari hasil barang yang berhasil dijualnya. Mulai dari gorengan, timun, lontong dan beberapa jenis makanan lainnya ia jajakan. Keuntungan yang didapat perhari sekitar Rp 20.000-40.000.

c17b40bbd36dd0374ceed531146932c5.jpg

Saat berhasil Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Serang Raya temui, Pak Heri tengah berjualan timun. Keuntungan yang didapatkannya berkisar antara Rp 500-1.000 untuk setiap bungkusnya.

Meski dengan keterbatasan penglihatan yang dimilikinya, Pak Heri tak ingin menyerah. Bahkan tak jarang ia juga mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya dari orang sekitar, ada yang dengan sengaja menggores sepedanya hingga mendorongnya.

Namun Pak Heri sama sekali tidak terpengaruh dengan perlakuan tersebut. "Saat ini fokus saya hanya mencari nafkah untuk keluarga, saya nggak mau nyusahin mereka. Apalagi sebentar lagi istri saya akan melahirkan, jadi usaha apapun akan saya lakukan," ungkapnya.

610cd38f494121598b6a9703621223ad.jpg

Setiap hari pendapatan yang diperoleh akan langsung ditabung. Mengingat usia kandungan sang istri yang telah menginjak 7 bulan, Pak Heri harus bekerja ekstra untuk mengumpulkan biaya persalinan. Tiap hari disisihkannya Rp 5.000 untuk keperluan melahirkan kelak.

Sayangnya pandemi membuat perekonomian Pak Heri semakin terpukul. Pembelinya semakin sepi, keuntungannya pun semakin berkurang.

16ac39f0d53d8b87de046a98f613d58f.jpg

Pak Heri adalah sosok penyandang disabilitas yang tangguh dan pantang menyerah. Melihat kegigihan beliau, tim ACT Serang Raya berikhtiar untuk memberinya dan beberapa tunadaksa lainnya bantuan berupa modal usaha. Maukah kamu turut membantu mereka agar bisa hidup mandiri?

"Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat..." (HR. Muslim).

71043467429882b13ead6997e37fa9a6.jpg

Sahabat Dermawan, yuk sama-sama kita bantu para difabel agar bisa mempertahankan usahanya di tengah pandemi!

Semoga bantuan berupa pengadaan alat bantu usaha seperti sepeda, gerobak dan peningkatan skill lainnya, bisa menjadikan mereka wirausaha yang mandiri. Amin.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang