Sulit Dapatkan Air, Bantu Pembangunan Pipanisasi untuk Dusun Mualaf di Bali

Bertahun-tahun ratusan mualaf di Dusun Angansari, Bali harus berjalan kaki 8 km untuk mengambil guna dipakai berwudhu. Mereka ingin bangun sumur namun penghasilan warga yang mayoritas sebagai petani cengkeh tak mencukupi. Yuk, bantu para mualaf ini!

Simpan

Sulit Dapatkan Air, Bantu Pembangunan Pipanisasi untuk Dusun Mualaf di Bali

Target

0 0

0%
0 97 hari tersisa

Sulit Dapatkan Air, Bantu Pembangunan Pipanisasi untuk Dusun Mualaf di Bali

Update : 01 Sep, 2021


Cerita kali ini datang dari para mualaf di Pulau Dewata, Bali, tepatnya di Dusun Angansari, Desa Kutuh, Kintamani, Bangli.

Meskipun Islam adalah minoritas di Pulau Bali, tak sedikit masyarakat Desa Kutuh yang merupakan Muslim. Sebagian di antara mereka adalah Mualaf, yang berkewajiban menjalankan shalat 5 waktu dan membutuhkan air untuk berwudhu. Mirisnya, air bersih sebagai syarat untuk berwudhu merupakan benda yang sulit didapatkan di sini.

Desa Kutuh merupakan perkampungan penduduk asli Bali yang memiliki geografis terjal di lereng pegunungan Gunung Batur. Hal ini membuat air hanya mengalir pada saat musim penghujan saja. Pada saat memasuki awal musim kemarau aliran air ke rumah warga akan mati dan mereka hanya bisa mengandalkan penampungan air di tengah desa. Sementara itu, penampungan di desa tidak akan bertahan lama; dalam kurun waktu sebentar air yang ditampung akan habis. Untuk mencapai sumber air terdekat pun warga harus rela menempuh jarak pergi-pulang sejauh 8 kilometer, dengan kondisi jalan yang sangat terjal dan menanjak.

866705deb25e76c628418435a763ab10.jpg

"Terkadang kami harus mengeluarkan Rp. 300.000 untuk mendapatkan air bersih guna kebutuhan bersuci selama sebulan," ungkap Pak Mustaqim selaku warga Dusun Angansari. Padahal, mayoritas warga berprofesi sebagai buruh petik cengkeh yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Tentu membeli air sangat memberatkan bagi mereka.

ec1fb631e99e083fc1a100c6c76f69cb.png

Warga sangat ingin punya sumber air. Namun, hal tersebut sulit terwujud karena keterbatasan biaya. Apalagi, wilayah ini nyaris tidak mungkin untuk dibangunkan sumur karena berada di kawasan pegunungan dengan kontur keras. Solusi yang paling memungkinkan adalah mengalirkan air dari sumber terdekat di tengah hutan. Namun, opsi ini juga tidak sederhana.

Sumber mata air terdekat berada di ketinggian, sehingga tidak mudah untuk memasang saluran pengaliran air. Medan terjal ini mesti diatasi dengan memasang pipa memutari bukit. Hanya saja, jarak yang ditempuh bisa mencapai 8 kilometer, dan pipa yang digunakan pun harus pipa khusus (HDC) agar tidak rusak diganggu hewan liar di hutan. Hal ini menyebabkan biaya pengadaan pipa cukup tinggi; diestimasi hingga ratusan juta.

b8f586567fdeb0d19038a6f8f5732e45.jpg

Untuk itu, ACT Bali mencoba mengikhtiarkan yang terbaik, membangun fasilitas pipanisasi agar warga bisa bersuci tanpa harus berjalan jauh ke tengah hutan. Namun, ikhtiar ini butuh pertolonganmu. Yuk, Sahabat, melalui laman ini kita bantu warga Dusun Angansari, khususnya para mualaf yang butuh air berwudhu, dengan sedekah pembangunan pipanisasi. InsyaAllah, seberapapun sedekahmu dapat mendukung harapan warga di sana memiliki sumber air yang jernih mengalir.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang