Bantu Sasih Anak Korban Bullying Lanjutkan Pendidikannya yang Terputus

Sasih anak seorang pemulung yang berkebutuhan khusus. Bullying & keterbatasan ekonomi memaksanya berhenti sekolah. Sasih ingin melajutkan kembali pendidikannya, tapi untuk makan sehari-hari pun sulit. Mari bersama bantu Sasih meneruskan sekolahnya!

Simpan

Bantu Sasih Anak Korban Bullying Lanjutkan Pendidikannya yang Terputus

Target

0 0

0%
0 93 hari tersisa

Bantu Sasih Anak Korban Bullying Lanjutkan Pendidikannya yang Terputus

Update : 07 Sep, 2021


"Aku sering di dorong sama temen-temen padahal aku ga ada salah apa-apa. Aku juga sedih banget ayah aku sering diledek sama temen-temen karena kerjaannya pemulung sampah. Aku gak bisa ngapa-ngapain, paling nangis aja..." (Sasih, 14 tahun)

---

Hati siapa yang tak merasa perih mendengar seorang remaja yang tengah merajut impian harus menghadapi serangan dari kawan-kawan seusianya, hanya karena ia berasal dari keluarga prasejahtera. Begitulah yang harus dialami Sasih, seorang pelajar asal Cibinong, Bogor yang kini terpaksa putus sekolah. Semestinya ia sudah memasuki jenjang kelas dua SMP, namun perundungan atau bullying yang ia dapatkan dari teman-teman membuatnya merasa terpukul. Ditambah lagi orang tuanya tak mampu menyekolahkannya ke tingkat SMP, karena ketiadaan biaya.

b9cb354dd5cffc287610f87d4d71fd0c.jpg

"Sekitar 5 tahun lalu, kepala Sasih pernah disengat tawon sampai bengkak. Saya kira bengkaknya bakal cepet sembuh, ternyata bengkaknya makin parah dan akhirnya jadi borok yang ngeluarin bau gak enak,” tutur Pak Kosasih, ayah Sasih yang sehari-hari mulung untuk memenuhi kebutuhan hidup. Luka di kepala Sasih jadi salah satu bahan rundungan teman-temannya, selain pekerjaan sang ayah yang harus mengais barang rongsokan setiap hari.

Semasa masih sekolah di Madrasah Ibtidaiyah, Sasih dijauhi, diejek, bahkan terkadang mendapat kekerasan fisik. Tak kuasa melawan, ia hanya bisa menangis karena jadi bahan rundungan. Pada satu titik Sasih pun trauma secara psikologis. Ia butuh bantuan untuk menyembuhkan mentalnya kembali.

23e548616c2611060f8ea5d8c0d57a27.jpg



Padahal, sungguh besar keinginan Sasih untuk bersekolah setinggi-tingginya. Ia punya cita-cita untuk menjadi seorang dokter hewan, namun untuk saat ini keinginan tersebut harus dipendamnya. Entah kapan ia bisa kembali ke sekolah, mengingat sang ayah tak punya cukup biaya sejak pandemi melanda.

Penghasilan Pak Kosasih yang memang sedikit kini terus menurun. Bahkan dalam sehari, Beliau bisa tidak membawa uang sepeser pun. "Sehari-hari kita makan mie instan, itu pun kadang mentah kalau lagi gak ada minyak tanah di kompor. Kami juga gak ada kompor gas."

Sungguh prihatin cobaan hidup yang harus dihadapi remaja ini. Ia butuh pertolongan kita agar bisa tumbuh jadi anak yang kuat dan berprestasi. Untuk itu, insyaAllah Tim ACT Bogor akan mengikhtiarkan membantu pendidikannya, memulihkan traumanya sebagai korban bullying, serta menghadirkan modal dan bimbingan usaha bubur keliling untuk Pak Kosasih agar Beliau bisa mandiri secara finansial. Yuk, Sahabat, ikut serta mendukung ikhtiar ini.

b4a415c7803eed8405bc0e653e0cdfd3.jpg

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. (HR. Muslim)

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang