Ditinggal Wafat Ibunda Akibat Covid-19, Dukung Kehidupan Naufal dan 2 Adiknya

Covid-19 merenggut nyawa sang bunda, satu-satunya pelindung dalam keluarga Naufal (17 tahun). Ia belumlah tamat SMA, namun kini mesti jadi kepala keluarga bagi 2 adiknya. Yuk, dukung dan kuatkan perjuangan Naufal!

Simpan

Ditinggal Wafat Ibunda Akibat Covid-19, Dukung Kehidupan Naufal dan 2 Adiknya

Target

0 0

0%
0 74 hari tersisa

Ditinggal Wafat Ibunda Akibat Covid-19, Dukung Kehidupan Naufal dan 2 Adiknya

Update : 02 Sep, 2021


"Doakan Ibu ya, insya allah ibu pasti sembuh kok." Itulah kalimat optimisme terakhir yang disampaikan mendiang bu Novi pada Naufal, sang anak sulung. Takdir Allah berkata lain. Ibunda meninggal dunia pada Agustus 2021 lalu, saat Covid-19 sedang parah-parahnya di kota Malang. Spontan, Naufal pun kini menjadi seorang kepala keluarga dan bertanggung jawab atas kedua adiknya.

87df8a4ae9a12d24bcaa144cb0689beb.jpg

Bu Novi Erma Suryani, sang ibu adalah seorang Tenaga Kesehatan di RSSA, Malang - Jawa Timur. Beliau adalah single mother yang tegas dan tak pernah mengeluh dalam menghidupi ketiga anaknya. Bu Novi sebelumnya berdinas di bagian Obgyn dan baru dipindah tugaskan sejak Juni lalu di bagian penanganan Covid-19.

Qadarullah, sejak menangani pasien Covid-19, terjadi perubahan kondisi kesehatan hingga Beliau dinyatakan positif terpapar virus ini. Lambat laun kondisinya semakin memburuk, sejak masuk UGD nafasnya sudah tak teratur. "Banyak berdoa buat ibu ya, maafin ibu belum bisa menjadi ibu yang baik buat kalian," begitu pesannya saat video call bersama Naufal.

Tak pernah terbayangkan dalam benak Naufal sang ibu yang jadi sumber kekuatan keluarga meninggalkan mereka secepat ini. Naufal dan adik-adiknya tak sempat melihat jenazah ibunya, hanya ada sebuah foto yang memperlihatkan sang ibu berbalut kain kafan. Naufal sangat ingat pesan yang selalu diucapkan oleh ibunya, "Jangan lupa Tahajjud dan Dhuha. Ngaji selepas sholat, ya Le."

4922e35c67d8cbf1959e539c9db78427.jpg


Kini Naufal berusaha tegar. Ia menampik kesedihan, karena kini ialah tulang punggung keluarga yang jadi tumpuan bagi kedua adiknya, yang masih berusia 13 dan 8 tahun.


Naufal memang masih memiliki sanak keluarga yang bersedia membantu merawat kedua adiknya, tetapi masa depan mereka masih jauh dan panjang. Sedihnya, Naufal bukanlah satu-satunya anak yang kehilangan sosok pelindung akibat Covid-19. Ratusan tenaga kesehatan telah berpulang, meninggalkan anak-anak mereka.

Sebagai wujud dukungan pada Naufal, serta apresiasi kepada Bu Novi rahimahullah yang telah berjuang sebagai garda terdepan di masa wabah, insyaAllah ACT Malang akan membantu memberikan santunan berupa bea pendidikan untuk Naufal dan kedua adiknya. Tak hanya Naufal saja, tetapi juga anak-anak tenaga kesehatan yang mendadak menjadi yatim piatu akibat Covid-19. Oleh karena itu, mari Sahabat, jadilah penyambung tali asa dan kebahagiaan bagi mereka.

3a7f95387a29d39842f2bcd1d0f6fbba.jpg

Inilah saatnya kita memberikan sedekah terbaik untuk yatim yang telah Allah janjikan surga bagi siapapun yang menanggungnya, sebagaimana dalam sebuah hadits: "Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya" (HR. Bukhari)

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang