Hadirkan Hunian Layak untuk Warga Prasejahtera di Pelosok Purworejo

Tinggal di gubuk tua dengan kondisi tak layak membuat beberapa warga prasejahtera diselimuti kekhawatiran. Dinding rapuh, atap bolong, serta lahan yang terlalu sempit sungguh jauh dari kata nyaman. Mari bantu hadirkan hunian layak untuk mereka!

Simpan

Hadirkan Hunian Layak untuk Warga Prasejahtera di Pelosok Purworejo

Target

0 0

0%
0 64 hari tersisa

Hadirkan Hunian Layak untuk Warga Prasejahtera di Pelosok Purworejo

Update : 06 Sep, 2021


"Kalau malam saat saya mau tidur, kompor ini saya naikkan ke atas drum supaya kaki saya bisa selonjor," kata Pak Supras, sambil menunjuk ke arah selembar papan lusuh yang disandarkan di dinding kayu yang ia gunakan sebagai alas tidur.

---

Supardiman (60) biasa dipanggil Pak Supras tinggal di gubug sempit berukuran 2 X 1,5 meter di Dusun 1, RT 01/03, Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Purworejo. Selama dua tahun lebih dirinya tinggal di ruangan sempit tersebut seorang diri, berjejeran dengan semua barang yang dimilikinya. Sehari-hari Pak Supras bekerja serabutan atau buruh tani. Sore sekitar pukul 16.00 dia pulang dan mulai berdiam di dalam petak itu sampai pagi menjelang.

0e9bcf7964d10f01fbb14e75159b0e4c.jpg

Siapapun takkan menyangka, gubug yang lebih kecil dari WC umum tersebut adalah tempat tinggal Beliau. Pintu rumah yang terbuat dari kayupun tidak bisa sepenuhnya dibuka karena terhalang berbagai barang di dalamnya; mulai dari pakaian dan sarung yang tergantung di sekeliling ruangan, sepeda, kompor, dua buah panci, drum berukuran besar yang diletakkan di sudut, serta radio.

8f2cb9ca70eee0a51f73702f4d1f6701.jpg

Tidak tampak ada bantal untuk menopangnya tidur. Yang digunakan sebagai alas kepala hanyalah gombalan-gombalan alias sisa kain lusuh yang dilipat seadanya. Tidak nampak lemari atau tempat baju, "Kalau pakaian saya taruh di dalam drum," katanya sambil membuka isi drum.

Saat memasak pun, pintu harus dalam keadaan tertutup agar Pak Supras bisa bergerak. Pak Supras mengaku tidak merasa sumpek saat memasak dalam kondisi pintu tertutup, padahal ventilasi hanyalah berasal dari anyaman kawat yang hanya selebar sekitar 30 cm sepanjang 2 meter. Kemudian untuk keperluan MCK, Beliau harus menuju ke kali yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya.

4183b5df0aeec29b00d809e64147d9b0.jpg

Lebih dari sekadar tidak nyaman. Hunian ini sangat tidak sehat apalagi untuk pria yang telah berusia lanjut seperti dirinya. Mirisnya, Pak Supras bukanlah satu-satunya warga Purworejo yang hidup prihatin di dalam gubug tidak layak huni. Tim ACT Purworejo berkesempatan menjumpai beberapa di antaranya, dan berikhtiar untuk menghadirkan hunian yang lebih layak untuk mereka yang bernasib seperti Pak Supras, seperti:

1. Gubuk tua Mbah Misdi (Kec. Bener)
2. Rumah kecil Pak Ja’far (Kec. Banyuurip)
3. Rumah Triwarjiasih (Kec. Purwodadi)

Tentunya program ini akan bekerjasama dengan Pemerintah Desa dan instansi terkait.

b4e45cdd3431957b33fd962a9f8d9ee9.jpg
(foto: rumah tidak layak lainnya yang perlu segera diperbaiki)



29ddad9007e9e7ff633888e8e98a78c8.jpg
(foto: rumah tidak layak lainnya yang perlu segera diperbaiki)

Sahabat Dermawan, yuk wujudkan rumah layak huni untuk mereka dengan sedekah terbaikmu! Semoga uluran tanganmu ini dapat memberikan tempat tinggal yang layak untuk Pak Supardiman dan warga prasejahtera di Purworejo lainnya. Aamiin Yaa Rabbal'alamiin

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang