Terancam Bangkrut, Bantu Pedagang Pasar Klithikan

Dua bulan sudah PPKM diberlakukan. Sepanjang itu pula masyarakat kecil harus memutar otak bagaimana menafkahi keluarga mereka. Ayo bantu pedagang pasar yang kesulitan dengan sedekah terbaikmu!

Simpan

Terancam Bangkrut, Bantu Pedagang Pasar Klithikan

Target

0 0

0%
0 102 hari tersisa

Terancam Bangkrut, Bantu Pedagang Pasar Klithikan

Update : 10 Sep, 2021


Beberapa saat yang lalu, sempat dihebohkan dengan berkibarnya bendera putih di sepanjang Jalan Malioboro. Pemasangan bendera dilakukan sebagai simbol ketidakberdayaan para PKL di sana ketika PPKM diberlakukan.

Bukan hanya kawasan Malioboro yang tiba-tiba merasakan kesunyian saat PPKM. Bahkan kondisi tersebut dirasakan salah satu pasar yang ikonik juga di Jogja. Yakni, Pasar Klithikan Pakuncen. Tak sedikit kios di daerah tersebut yang terpaksa harus gulung tikar. Dari 720 kios yang ada, lebih dari 300 kios tutup.

bd7a6eafc1fd208a6873c631293d97d1.jpg

Pak Syaeful, ialah salah satu pemilik ruko dengan perhari biasa mendapatkan penghasilan 10 juta dari hasil penjualannya dan mampu mempekerjakan beberapa karyawan. Tapi ketika PPKM berlangsung, usahanya mengalami penurunan drastis.

Pada awal pandemi, pria yang kerap dipanggil Pak Ipul pernah mencoba untuk beternak lele dengan modal yang ia punya. Namun karena minimnya pengalaman dalam bidang tersebut, beliau harus merasakan kegagalan. Dengan penuh semangat, akhirnya ia pun bertaruh pada ternak cacing yang sebelumnya beliau dapatkan dari selokan-selokan untuk pakan lele.

c757b8ce23df52563a21780f0b233ed5.jpg

“Ngga kuat beli pakan ikan (pelet) mas.. Ya ini, pakan yang murah mas, cari di selokan-selokan..” ujar Pak Ipul.

Saat ini, beliau terpaksa beternak cacing untuk pakan ikan. Siapa sangka, cacing-cacing hasil mencari dari selokan yang sekarang menyelamatkan beliau dan keluarganya. Ternyata, di balik keberhasilan Pak Ipul dalam beternak cacing, terselip cerita yang cukup mengharukan.

Ketika Pak Ipul mencari cacing di selokan, beliau pernah terkena leptosiprosis dan harus dirawat serta menjalani pemulihan selama enam bulan. Sehingga membuatnya trauma ketika harus mencari cacing kembali di selokan. Namun beliau teringat akan tagihan yang belum selesai dari usahanya semasa masih aktif di Pasar Klithikan.

201dd9611172a4bc7e8aae81ccd86e37.jpg

Sahabat, kondisi ini tak hanya dialami oleh Pak Ipul, tetapi juga dialami oleh ratusan pedagang lain di pasar yang setiap detiknya beresiko jatuh bangkrut, dan kondisi ini belum terlihat akan membaik. Lalu, apakah kita hanya akan diam saja?

"Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)

Insya Allah, tim Aksi Cepat Tanggap Yogyakarta akan memberikan bantuan pangan dan bantuan modal usaha untuk pedagang prasejahtera di Pasar Klitikan yang kesulitan selama pandemi sehingga membuat mereka kehilangan mata pencahariannya.

Yuk berikan dukungan terbaikmu di masa-masa darurat ini. Mari bersama berikan kepedulian terbaikmu melalui laman aksi ini!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang