Jualan Kerupuk, Bantu Para Difabel Netra Berjuang Cari Nafkah!

Berjuang di tengah Pandemi, Yuk bantu para Difabel Netra untuk memenuhi kebutuhan pangan dan modal usaha mereka!

Simpan

Jualan Kerupuk, Bantu Para Difabel Netra Berjuang Cari Nafkah!

Target

0 0

0%
0 102 hari tersisa

Jualan Kerupuk, Bantu Para Difabel Netra Berjuang Cari Nafkah!

Update : 12 Sep, 2021


Sahabat, di Ungaran Kabupaten Semarang terdapat banyak saudara kita yang memiliki keterbatasan pada pengelihatannya atau biasa disebut dengan penyandang Difabel Netra. Dahulu para penyandang Difabel Netra ini berprofesi sebagai tukang pijat, namun sejak kemunculan pandemi covid-19 dan tegasnya pembatasan sosial, mereka terpaksa banting setir menjadi penjual aneka kerupuk.

c76b1ff01d8a5a7196145aa9847c72d2.jpg

Pak Saman, salah satu penyandang disabilitas yang setiap harinya harus berkeliling Ungaran menjajakan kerupuk ikan, kerupuk udang, kerupuk rambak dan lain-lain. Pria berusia 62 tahun ini tidak jarang tertipu oleh pembeli yang membawa kabur uangnya, ditengah-tengah kondisi ekonomi yang pas-pasan untuk membayar kontrakan rumah.

ef98c3dd2f68917a065db76314000268.jpg

Sedangkan Pak Suhudi tinggal bersama istri dan bayi mungilnya. Dengan kondisi yang sama, istri Pak Suhudi pun berkebutuhan khusus. Dengan keuntungan yang tidak seberapa, pria berusia 45 tahun ini harus mencukupi kebutuhan pangan keluarga, susu, makanan, dan popok bayinya.

Lain cerita dengan Mbak Rini, sebagai satu-satunya anak yang berkebutuhan khusus di keluarganya, ia tidak ingin merepotkan. Impian terbesarnya adalah memiliki gawai untuk membantunya mencerna informasi dan menggunakan aplikasi khusus agar tidak tertipu jumlah uang.

c60470a0473bd4c45cdc8ad077bd7289.png

Setiap hari, mereka menjualkan kerupuk yang dimiliki oleh koleganya. Keuntungan 1 bungkus kerupuk hanya 500-1000 rupiah dan sering kali pendapatannya tidak menentu karena kerupuk belum laris terjual. Hal tersebut tidak menyulutkan semangat mereka mencari nafkah karena prinsipnya mereka pantang untuk meminta-minta. Bagi penyandang disabilitas, resiko pekerjaan ini sangat berat dan harus berhadapan dengan bahaya jalan raya, namun mau tidak mau semua harus dijalani untuk bertahan hidup.

d5af301b5d661952c490a1d65cb595b1.jpg

Pak Saman dan Pak Suhudi membutuhkan modal usaha kerupuk, butuh biaya untuk membayar sewa kontrakannya, dan menafkahi keluarganya. Sedangkan Mba Rini sangat membutuhkan gawai baru untuk bertukar informasi dengan keluarganya dan membantunya dalam menghitung keuangan hasil jualan kerupuk.

"Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat..." (HR. Muslim).

InsyaAllah Tim ACT Kabupaten Semarang akan membantu pangan, memberikan modal usaha tambahan, dan melengkapi kebutuhan bayi yang masih rentan. Semoga dapat membantu kesulitan yang mereka alami. Sahabat Dermawan, yuk sama-sama kita bantu para Difabel Netra agar bisa mempertahankan usahanya di tengah pandemi!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang