Mengumpulkan Kotoran Ayam & Jadi Pemulung, Bantu Bu Mutmainah Hidupi Keluarga

Mengumpulkan kotoran ayam dan juga memulung bukanlah pekerjaan yang mudah bagi Bu Mutmainah. Namun, hanya inilah cara yang bisa dilakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantu Bu Mutmainah kerja lebih baik yuk Sahabat!

Simpan

Mengumpulkan Kotoran Ayam & Jadi Pemulung, Bantu Bu Mutmainah Hidupi Keluarga

Target

0 0

0%
0 95 hari tersisa

Mengumpulkan Kotoran Ayam & Jadi Pemulung, Bantu Bu Mutmainah Hidupi Keluarga

Update : 16 Sep, 2021


"Pas ngumpulin kotoran ayam ya sering kena ke wajah saya, mbak. Saya ikhlas," ujar Bu Mutmainah sembari mengumpulkan kotoran-kotoran ayam yang kemudian diantarkan sebagai bahan pupuk kandang.

Begitulah keseharian Bu Mutmainah, seorang janda berusia 44 tahun yang rela melakukan pekerjaan apa saja untuk menghidupi seorang anak, ibu dan budenya yang tinggal di rumah bersamanya. Salah satu pekerjaannya adalah sebagai pengumpul kotoran ayam dan bekerja tambahan menjadi pemulung. Dalam seminggu, biasanya Bu Mutmainah mengumpulkan kotoran ayam hingga 3x bahkan bisa lebih. Jika melakukannya dalam seharian penuh, ia akan mendapat upah Rp40.000. Tak ada rasa jijik dan kotor saat menjalani aktivitas ini.

9f2931472f9751b5f5a89b6c7e7e0321.jpg

"Demi agar ada beras di rumah," ucap Bu Mutmainah dengan tegar.

Menghidupi 3 orang tidaklah mudah bagi Bu Mutmainah. Pekerjaan yang ia lakoni tak cukup hanya satu. Dalam seharinya ia juga harus berjalan setidaknya 5-10km untuk memulung barang-barang bekas di jalanan. Ia memulai aktivitas menjadi pemulung dari jam 9 hingga 1 siang. Barang-barang yang ia kumpulkan akan disetorkan seminggu sekali dan mendapatkan upah Rp 28.000/kilonya. Sang anak, Halimah juga biasa mendampingi Bu Mutmainah ketika memulung. Ia tak pernah malu karena tahu yang dlakukan ibunya untuk kebahagiaan dia dan keluarga.

fe101bc2b6f8a816f4c463d7d9bbe602.jpg

Ibu dari Bu Mutmainah di rumah pun biasa membantu melakukan pekerjaan tambahan lainnya yaitu melinting permen. Setiap harinya mereka bisa melinting sebanyak 1300 buah permen dengan upah Rp 13.000. Pekerjaan apapun akan dilakukan oleh Bu Mutmainah agar keluarganya bisa makan. Di sisi lain, saat ini bude yang tinggal di rumahnya dalam kondisi sakit tua. Ia hanya terbaring lemah di atas kasur. Tiap harinya hanya merintih kesakitan tanpa bisa mengungkapkan apa yang dirasa. Tak jarang bu Mutmainah, anak dan ibunya harus bergantian menemani bude setiap waktu karena khawatir dengan kondisinya yang semakin tak berdaya.

"Kalau lelah, ya pasti. Nelongso juga iya, tapi itu semua kalah dengan panggilan hati yang ingin tetap terus merawat bude walau kondisi saya ndak baik-baik saja, mbak," ucap Bu Mutmainah dengan senyum tertahan oleh sesaknya menahan tangis dalam dada. Ia pun menambahkan, bahwa sering tak ada pemasukan yang membuatnya hanya makan sisa-sisa lauk kemarin dan nasi seadanya.

9bcdadcc367f50a5628ea6d948064c92.jpg


Selain itu, rumah yang ia tinggali tak memiliki aliran air. Selama ini, air yang ia gunakan sebagai bahan masak dan minum merupakan pemberian tetangga. Mandi masih menumpang dan mencuci pun harus dilakukannya di sungai yang berjarak 5 km. Hidup Bu Mutmainah sedari dulu sudah sengsara, bekerja serabutan menjadi hal biasa untuknya. Sekali lagi, apapun akan ia lakukan demi mencukupi kebutuhan makan untuk keluarga di rumahnya. Bu Mutmainah tak pernah berharap besar, ia hanya ingin anaknya bisa selesai sekolah dan menjadi orang sukses serta memiliki kehidupan yang cukup.

"Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang selalu berpuasa siang harinya dan selalu sholat malam pada malam harinya." (HR Al-Bukhari).

e873d2d755f7aeeb824da92deb1765e2.jpg


Insya allah tim Aksi Cepat Tanggap Malang akan mewujudkan impian bu Mutmainah untuk mensukseskan pendidikan sang anak dengan menyiapkan dana pendidikan hingga jenjang SMA, memberikan modal usaha untuk bu Mutmainah sehingga pekerjaan yang dilakukan bisa ditekuni dengan baik dan tidak serabutan, serta memberikan bantuan medis sehari-hari yang dibutuhkan oleh Bude yang sedang sakit tua. Selain itu juga mewujudkan keinginan bu Mutmainah untuk memiliki saluran air di rumahnya.

Sahabat, sudah lama bu Mutmainah berjuang membanting tulang tanpa mengenal Lelah. Maukah kamu meringankan beban hidup bu Mutmainah dengan mewujudkan harapan sederhananya untuk bisa memiliki kehidupan lebih layak? Inilah saat terbaik memberikan harapan bahagia untuk bu Mutmainah dan keluarganya.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang