Yuk, Ringankan Beban Garda Terdepan Dengan Sedekah Terbaikmu!

Pak Yadi, supir ambulans bekerja tanpa batas waktu merelakan sedikit waktu untuk keluarga demi membantu pasien yang membutuhkan jasanya. Kerja 24 jam dengan gaji dibawah UMR tentunya bukan hal mudah. Yuk, mari bantu Pak Yadi!

Simpan

Yuk, Ringankan Beban Garda Terdepan Dengan Sedekah Terbaikmu!

Target

0 0

0%
0 74 hari tersisa

Yuk, Ringankan Beban Garda Terdepan Dengan Sedekah Terbaikmu!

Update : 22 Sep, 2021


Di kondisi Covid-19 seperti saat ini, tentunya supir ambulans mengambil peranan penting dalam membantu saudara yang membutuhkan jasa medis. Mereka menjadi barisan garda terdepan dalam menangani pasien sebelum ditangani lebih lanjut oleh dokter dan perawat, harus siap sedia 24 jam ketika dibutuhkan.

Namun tahukah Sahabat? Tak sedikit dari para supir ambulans yang hidup dibawah kesejahteraan, gaji yang mereka dapat dibawah UMR. Padahal mereka berjuang menyelamatkan nyawa orang lain dengan taruhan nyawanya sendiri karena rentan terpapar virus covid, belum lagi keluarga di rumah pun juga rentan terpapar.

b1ad6e7e897adef5eea0529483fb1631.jpg

Pak Yadi merupakan satu diantara banyaknya supir ambulans dengan upah dibawah UMR. Yayasan yang menaungi Pak Yadi tidak mematok harga untuk setiap jasa antar-jemput pasien, menerima seikhlasnya dari pasien meski tak jarang pasien tak memberikan uang bensin. Sudah hampir 2 tahun ini Pak Yadi bergabung menjadi supir ambulans, dulu ia bekerja sebagai supir bus sekolah.

bb735c9f1521780cba89ca62a7f3f883.jpg

“Rezeki itu gak melulu dari uang, insya Allah pasti Allah cukupkan…” Itulah prinsip yang dipegang oleh Pak Yadi.
Di awal ketika Pak Yadi menerima pasien covid, banyak masyarakat yang takut dan menjauhi.
“Dulu ketika awal Bapak jadi supir ambulan covid, kalo bapak datang itu sampai ada yang bilang ‘Minggir.. minggir.. nanti kecipratan virus covid. Padahal bapak ya sudah mematuhi prokes, pakai hazmat juga”, cerita istri Pak Yadi.

cfd85aaabf028b4166e90127a33ad816.jpg

Penghasilan perbulan dari supir ambulans hanya diupah sekitar Rp.600.000. Tentunya tak akan cukup untuk kebutuhan hidup Pak Yadi dan istri. Sekarang ia harus membiayayi anak pertamanya kuliah dan ke dua anaknya yang sedang menumpuh pendidikan di Pondok Pesantren. Dengan keadaaan yang kurang dari ketercukupan Pak Yadi tak pernah mengeluh dan terus berjuang untuk keluarga dan pasien yang membutuhkan jasanya.

d0b7831b32d8126b325a6410c4929db7.jpg

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain...” (HR. Thabrani).

Melihat kondisi ini, ACT InsyaAllah tim ACT-MRI Kulon Progo akan mengikhtiarkan untuk memberikan paket pangan dan santunan untuk Pak Yadi dan para supir ambulans sebagai bentuk apresiasi terbaik.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang