Apresiasi Perjuangan Nenek Tando, Veteran Lansia yang Terabaikan

Usianya nyaris seabad, namun ia masih harus berjuang untuk hidupnya. Jika dulu ia berjuang melawan penjajah, kini ia berjuang agar hidup nyaman di rumahnya yang hampir rubuh. Ayo, apresiasi Nenek Tando, sang veteran lansia dengan sedekah kita

Simpan

Apresiasi Perjuangan Nenek Tando, Veteran Lansia yang Terabaikan

Target

0 0

0%
0 74 hari tersisa

Apresiasi Perjuangan Nenek Tando, Veteran Lansia yang Terabaikan

Update : 20 Aug, 2021


"Merdeka!"

Begitulah pekik Nenek Tando (93 tahun) kepada siapapun yang berkunjung ke rumahnya. Bukan tanpa sebab, Beliau merupakan salah satu veteran perang, pejuang kemerdekaan bangsa yang ikut berjibaku mengusir penjajah Belanda puluhan tahun silam. Hingga saat ini, semangat membela tanah air tercinta terpatri kuat di dalam tubuh rentanya. Rasa bangga nampak jelas di wajahnya kala meneriakkan kata "merdeka", mengenang kejayaan masa lalu.

df4f05bfcdfa33a56721e10530d94a08.jpg

Namun sedihnya, jika kita melihat rumah Nek Tando, kita takkan menyangka bahwa dulunya Beliau orang yang berjasa amat besar bagi bangsa ini. Pejuang kemerdekaan 45 ini menghabiskan masa tuanya dalam kondisi yang amat memprihatinkan. Beliau tinggal di rumah yang amat tidak layak huni. Perekonomiannya sulit, bahkan kerap kali kekurangan makan.

"Rumah nenek udah rusak, Nak. Di belakang hancur kena longsor, dinding bolong. Cobalah lihat."

Tim ACT Padang menyaksikan sendiri betapa rapuh rumahnya. Dinding triplek sudah bolong-bolong, jendela tak berpenutup hanya dipasangkan kawat ayam. Bagian belakang rumahnya hanya berlantaikan tanah, dengan fasilitas MCK berdindingkan spanduk bekas, dan dapur yang sudah hancur akibat longsor.

f387e119844b03c1cbcbee090e708ba5.jpg

Sejak usia 15 tahun Nenek Tando sudah diminta untuk ikut dalam perperangan melawan penjajah. Saat itu, Nenek Tando ditugaskan di wilayah Kabupaten Agam. Beliau tergabung dalam angkatan darat, berperan di divisi logistik yang tugasnya menyiapkan perlengkapan dan konsumsi pejuang yang akan bertempur. Dalam kondisi genting Nenek Tando dan rekan-rekannya harus mengantarkan logistik ke medan pertempuran.

Puluhan tahun Beliau berjuang hingga Indonesia merdeka, lalu setelah Indonesia merdeka, Beliau pun menjalani hari dengan bercocok tanam di rumahnya, di Lubuk Minturun, Kec. Koto Tangah, Kota Padang. Kini, Nenek Tando yang sudah lama menjanda tinggal dengan salah seorang anaknya dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas. Ketiga anak perempuannya juga hidup serba terbatas, sehingga tak mampu membantu memperbaiki rumah Nek Tando.

baf0fc2a858822e7a7cc879b778324df.jpg

Nek Tando memang mendapatkan santunan veteran sebesar 1,5 juta per bulan, namun tentu jauh dari kata cukup untuk memperbaiki rumahnya. Padahal, dengan darah dan air mata, Beliau memperjuangkan kenyamanan, kedamaian, dan kemerdekaan bangsa ini untuk generasi penerus. Sungguh prihatin melihat kondisinya, Beliau harusnya mendapatkan apresiasi yang pantas, tetapi kini malah terabaikan menghabiskan masa tua dalam ketidaknyamanan.

3718791272591cdebd0f404f0730663c.jpg

Yuk, Sahabat, kita bantu Nek Tando hidup layak dengan sedekah kita! InsyaAllah ACT Padang tengah berupaya maksimal untuk mendampingi Nenek hingga memiliki rumah yang nyaman di masa tuanya ini. Apresiasimu dalam bentuk sedekah tentu akan membuatnya amat bersyukur dan berbahagia. Mari bersama sampaikan kepedulian terbaik melalui laman aksi ini!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang