Kuatkan TPQ Darun Najah Tepian Negeri, Kuatkan Aqidah Anak Penjaga Pertiwi

TPQ yang berdiri sejak 1970 ini menjadi saksi aqidah tetap terjaga di tepian negeri. Meski sudah tua dan rapuh dia masih eksis menjaga anak-anak nelayan di Desa Torjek, Pulau Kangean ini. Sahabat, bantu renovasi musholla ini yuk!!

Simpan

Kuatkan TPQ Darun Najah Tepian Negeri, Kuatkan Aqidah Anak Penjaga Pertiwi

Target

0 0

0%
0 429 hari tersisa

Kuatkan TPQ Darun Najah Tepian Negeri, Kuatkan Aqidah Anak Penjaga Pertiwi

Update : 06 Oct, 2021


Sahabat, ini adalah TPQ Darun Najah. Taman Pendidikan Al Qur’an yang sudah sangat tua. Berdiri sejak 1970an di tepian negeri pelosok Pulau Kangean. Tepatnya di Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Dusun Aeng Lombi, Pulau Kangean bagian Timur.

a4b7cfd1372541b091fc20668fbf093e.jpg

Inilah musholla kayu tua di pesisir laut Kangean. Tempat mengajinya anak-anak nelayan. Musholla tua kayu yang rapuh ini menjadi penjaga aqidah anak-anak tepian negeri di bumi pertiwi. Dari anak-anak usia taman kanak-kanak hingga SMP belajar mengeja huruf hijaiyyah dari musholla ini hingga mereka mampu membaca al Qur’an, memahami isinya dan menjadikan al Qur’an pegangan mengarungi kehidupan.

Musholla yang dipakai belajar ini dindingnya dari kayu-kayu sederhana beralaskan tanah. Listrik saja baru masuk tahun ini. MaasyaAllah.

b22b257158a9f2cd58fe0467f8059d66.jpg

Tau ngga sahabat, sepanjang TPQ ini berdiri, tidak sepeserpun upah bagi para dai. Tim ACT Surabaya bertemu dengan Bu Siti Aisyah, pengajar TPQ Darun Najah. Seorang ibu hebat yang menganggap anak-anak santri di TPQ ini seperti anak mereka sendiri.

TPQ ini didirikan oleh kakek beliau diatas tanahnya tahun 1970an, kemudian Ibu dari Bu Siti Aisyah mengajar di TPQ tersebut bersama kawannya. Terus berlanjut hingga Sang Ibu meninggal. Bu Siti Aisyah melanjutkan amanah dari ibunya untuk terus mengajar 47 santri yang setiap hari datang ke TPQ ini sejak 1997.

07b63a4783cb30d3c77e5f49e72127cd.jpg

Mengajar tanpa upah puluhan tahun lamanya, itulah perjuangan Bu Siti Aisyah. Pasca cerai dan ditinggal suaminya, Bu Siti Aisyah berjibaku mengumpulkan uang demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Beliau berjualan krupuk dan pentol setiap hari dengan penghasilan 10-20ribu rupiah sehari, berharap cukup untuk membeli nasi dan lauk untuk makan sehari-hari.

c4f22cd5fc1e589a67b9fe529633afa5.jpg

MaasyaAllah.. meski sulit, perjuangannya dalam mendidik anak-anak tepian negeri sungguh patut diapresiasi. Semoga Allah berikan kemudahan dan keberkahan usia bagi para da’i yang istiqomah menjaga aqidah anak-anak penjaga bumi pertiwi.

Sahabat, Bu Siti Aisyah berharap musholla kayu tua ini bisa dipugar, supaya anak-anak santrinya bisa belajar lebih nyaman. Setidaknya tidak kehujanan ketika hujan datang, sebab banyak bocor atap dan dindingnya yang terbuka.

Mari kuatkan TPQ Darun Najah di pelosok Pulau Kangean. Kuatkan aqidah anak-anak penjaga negeri, muliakan para dai.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang