Bantu Raih Cita-Cita Anak Prasejahtera Pedalaman Maluku

Semangat anak-anak di SDN 10 Lolong Guba Kabupaten Buru ini tak pernah padam meski keadaan mereka sungguh seadanya. Yuk, bantu penuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah mereka agar lebih baik!

Simpan

Bantu Raih Cita-Cita Anak Prasejahtera Pedalaman Maluku

Target

0 0

0%
0 88 hari tersisa

Bantu Raih Cita-Cita Anak Prasejahtera Pedalaman Maluku


Anak-anak Indonesia merupakan ujung tombak kemajuan generasi mendatang. Banyak yang harus dipersiapkan, termasuk pendidikan sejak dini. Namun jika pendidikan belum merata hingga ke pulau-pulau terjauh dan terluar serta pedalaman negeri ini belum terpenuhi, bagaimana nasib para penerus bangsa?

Banyak anak-anak di daerah pedalaman dan terpencil serta terluar Indonesia yang belum bisa dikatakan layak fasilitas pendidikannya. Banyak sekolah yang rapuh, bocor, beralas tanah dan hampir rubuh dindingnya. Salah satunya adalah Sekolah Dasar Negeri 10 Lolong Guba, satu-satunya sekolah dasar di pedalaman Desa Ukalahin, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Maluku. Terdapat 4 tenaga pengajar di antara 2 guru honorer dan 2 guru PNS.



SD Negeri 10 Lolong Guba ini letaknya di antara perbatasan Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan, untuk sampai sini, anak-anak serta guru harus menempuh jarak hingga 100 kilometer dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sekolah yang berdiri hampir 16 tahun tanpa renovasi ini hanya memiliki satu bangunan terdiri tiga ruang belajar, yang dibagi untuk setiap satu ruangan untuk dua kelas. Walau serba terbatas, namun anak-anak tetap semangat dan fokus belajar.



Dinding-dindingnya sudah terlihat lapuk dimakan rayap. Tidak ada keramik yang melapisi lantai, hanya tanah yang biasa diinjak oleh murid serta guru. Fasilitas sekolah seperti bangku dan meja pun sudah lapuk dimakan rayap, bangku kayunya sudah lapuk, para siswa siswi ini harus duduk berdempetan dan berbagi tempat duduk. Murid sekolah ini kebanyakan dari keluarga prasejahtera, yang membuat mereka pergi ke sekolah hanya menggunakan sendal, pakaian sekolah yang sudah menguning, dan terkadang mereka mengunakan tas orang tuanya ke kebun untuk mengisi buku-buku belajar ke sekolah karena tidak ada biaya untuk beli sepatu dan tas serta baju seragam sekolah.



"Yah beginilah kondisi anak-anak di pedalaman, kami bersyukur kalau ada orang peduli dengan membantu kami dari segi sarana maupun prasarana untuk membantu pendidikan anak-anak ini," ujar Pak Pieter La Tubual, guru di sekolah ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah 'Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat."

Melihat kondisi ini, Tim ACT Maluku berikhtiar untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak prasejahtera di pedalaman Maluku. Tidakah kamu ingin berbagi juga dengan mereka? Yuk, bantu wujudkan cita-cita anak pedalaman Maluku untuk bisa bersekolah dengan nyaman melalui laman aksi ini!

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang