Tubuhnya Mengalami Kelumpuhan Karena Kecelakaan, Vanesa Harus Segera Operasi

Sudah lebih dari 10 hari Vanesa hanya terbaring lemah di kasur. Akibat kecelakaan dia mengalami kelumpuhan karena cidera saraf leher & pembekuan darah. Harus segera dioperasi, tetapi orang tuanya belum mampu mencukupi biaya sebesar lebih dari 150juta

Simpan

Tubuhnya Mengalami Kelumpuhan Karena Kecelakaan, Vanesa Harus Segera Operasi

Target

0 0

0%
0 79 hari tersisa

Tubuhnya Mengalami Kelumpuhan Karena Kecelakaan, Vanesa Harus Segera Operasi

Update : 22 Oct, 2021


Sungguh malang nasib Dek Vanesa, siswa SMK PGRI 2 Ponorogo yang masih kelas 10 ini. Semangat belajarnya di awal awal masa masuk sekolah barunya harus terhenti sementara, karena kecalakaan yang dialaminya. Siswi bernama Vanessa Vivia Melinda (16 tahun) warga dukuh Tengah Desa Karanglo kidul, Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo mengalami musibah kecelakaan tunggal di Barat Pasar Condong, Kecamatan Kauman.


Kejadian pada hari Minggu 3 Oktober 2021 tersebut terjadi begitu cepat, saat itu Vanesa pulang sekolah bermaksud ingin membeli keperluan barang untuk orientasi di OSIS, namun menuju sesampainya di TKP, dia merasa kaca helmnya seperti ada sesuatu yang menutupi penglihatannya dan ketika dia membuka kaca helm tersebut sepeda motor yang dikendarainya tiba-tiba menabrak tiang telepon di pinggir jalan.



Bapak Vanesa, Suprayitno menceritakan, awalnya anaknya dirawat di Rumah Sakit Muhamadiyah Ponorogo, kemudian dirujuk ke rumah sakit khusus Orthopedi Solo. Diagnose dokter Vanesa mengalami cidera saraf leher dan pembekuan darah di tulang sehingga mengakibatkan hampir seperempat tubuhnya mengalami kelumpuhan. “Saran dokter sebenarnya ini harus segera di operasi mas”, ucap Pak Suprayitno. Dengan biaya yang hampir menyentuh 200 juta dan beliau belum mampu, Vanesa akhirnya terpaksa dibawa pulang ke Ponorogo setelah dirawat dua hari di Solo. Sembari menunggu proses penyelesaian pembuatan BPJS, sampai saat ini Dek Vanesa hanya bisa terbaring lemah di ruang rawat inap menunggu biaya terkumpul untuk melakukan operasi



“Yo jenenge cobaan urip mas, gak enek seng ngerti”(ya namanya cobaan hidup, kita tidak ada yang tau mas), ucap Bapak Suprayitno dengan pilu saat kami temui di RS Hardjono Ponorogo pada Hari Kamis (14/10). Bagaikan terjatuh sudah tertimpa tangga. Sebelumnya beliau juga berduka cita, bapaknya meninggal 40 hari yang lalu karena penyakit stroke yang dideritanya selama hampir 10 tahun. Tabungannya juga sudah hampir habis untuk membiayai Bapaknya tersebut. Profesinya yang hanya sebagai petani, dan istrinya seorang ibu rumah tangga dengan anak kecil yang masih kurang dari 2 tahun. Tentunya biaya operasi dengan nominal ratusan sangat berat bagi mereka

Ketika Tim ACT mengobrol dengan Bapaknya Vanesa

Sahabat dermawan, mari kita bantu Vanesa untuk sembuh dari sakitnya dengan menyedekahkan sedikit harta kita untuk patungan membayar biaya operasi yang harus segera dilakukan agar Vanesa bisa segera kembali pulih dan bisa melanjutkan sekolahnya.

"Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya." (HR. Muslim).

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BNI Syariah/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kakak telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang