Atap Berlubang, Hadiahkan Rumah Layak untuk Pak Giyantoro dan Keluarganya!

Kehidupan Pak Giyantoro dan keluarga sangat menyedihkan. Tinggal di rumah dengan atap berlubang, suka rela melayani pelanggan tambal ban tanpa upah dan kondisi anaknya yang berkebutuhan khusus. Yuk ringankan beban beliau dan keluarga dengan sedekahmu

Simpan

Atap Berlubang, Hadiahkan Rumah Layak untuk Pak Giyantoro dan Keluarganya!

Target

0 0

0%
0 60 hari tersisa

Atap Berlubang, Hadiahkan Rumah Layak untuk Pak Giyantoro dan Keluarganya!

Update : 20 Oct, 2021


“Ya gapapa, tadi diberikan gratis saja. Mereka juga sedang perjalanan jauh, sesama manusia saling bantu saja, Tuhan tidak tidur, rejeki sudah ada yang atur,” kata Pak Giyantoro, tukang tambal dari Kulon Progo.

Seperti kepala keluarga lainnya, Pak Giyantoro ingin menghidupi keluarganya dengan layak, apalagi dengan kondisi anaknya yang berkebutuhan khusus. Namun apadaya, keterbatasan ekonomi dan pendidikan membuat Pak Giyantoro tak dapat memberikan tempat tinggal yang nyaman dan lauk pauk yang bergizi bagi keluarganya.



Sehari-hari Pak Giyantoro bekerja sebagai tukang tambal ban. Ia tinggal bersama istri, satu orang anak yang berkebutuhan khusus, dan keponakannya yang merantau dari Wonogiri. Mereka ber-empat tinggal di kontrakan sederhana berukuran 5x7 meter dengan dinding anyaman bambu dan atap yang sudah berlubang hampir roboh.



Sekat antar ruangnya hanya dibatasi oleh anyaman bambu, bahkan tak ada lemari, semua baju-baju hanya digantungkan di pojok ruangan seadanya. Antar bagian rumah (kamar, tempat tambal ban, dan dapur) hanya disekat dengan rak barang usang dan papan kayu sederhana. Lantainya pun tak semua berkeramik, sebagian besar beralaskan tanah. Tak sedikit pula keramik yang sudah pecah-pecah. Ketika hujan, mau tak mau keluarga Pak Giyantoro harus merasakan dinginnya angin dan tetesan-tetesan hujan yang bocor melalui atap rumah yang hampir roboh. Ketika cuaca sedang terik, tak ada yang dapat menghalangi panas matahari yang masuk ke rumah.



Pak Giyantoro memiliki impian untuk membuka usaha sendiri, mengembangkan usaha tambal bannya tersebut. Namun tak ada modal, pekerjaan yang memungkinkan ia lakukan hanyalah menjadi tukang tambal ban bekas. Pemasukan Pak Giyantoro dalam sehari berkisar 20 sampai 30 ribu rupiah. Itu pun tak dapat menutupi kebutuhan untuk membayar kontrakan sebesar Rp 1 juta per bulan, listrik,air, makan keluarganya, dan kebutuhan susu anaknya. Anak Pak Giyantoro yang berusia empat tahun hanya bisa minum susu, pencernaannya belum bisa mencerna nasi, lauk, dan lain sebagainya.



Keterbatasan ekonomi tak membuat Pak Giyantoro patah semangat. Ia tetap semangat mencari nafkah untuk keluarganya, ia juga tetap bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan padanya. Ketika tim ACT datang ke kediaman Pak Giyantoro, kebetulan ada seorang pelanggan yang tak membawa uang ketika ban motornya sudah selesai ditambal. Dengan penuh rendah hati, pak Giyantoro memberikan jasanya sukarela.

“Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang lain.” (Hadits Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

InsyaAllah, tim ACT-MRI Kulon Progo berikhtiar untuk memberikan modal usaha untuk Pak Giyantoro dan keluarga sehingga Pak Giyantoro memiliki penghasilan yang lebih stabil dan dapat memenuhi kebutuhan keluarganya serta memberikan tempat tinggal yang lebih layak.

Sahabat, Pak Giyantoro adalah sosok kepala keluarga yang bekera keras demi keluarganya. Mari bersama bantu berikan modal usaha untuk Pak Giyantoro dengan sedekah terhebatmu melalui laman tautan ini.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang