12 Tahun Dikucilkan & Dihina, Bantu Riyan Sembuh dan Hidup Normal

12 tahun lamanya Riyan mengidap hidrosefalus, namun orang tua tega meninggalkannya, dan kini hanya tinggal berdua dengan neneknya. Ayo bantu Riyan sembuh, dan bantu mudahkan kehidupannya.

Simpan

12 Tahun Dikucilkan & Dihina, Bantu Riyan Sembuh dan Hidup Normal

Target

0 0

0%
0 88 hari tersisa

12 Tahun Dikucilkan & Dihina, Bantu Riyan Sembuh dan Hidup Normal


"Aku ingin sekolah ingin bisa membaca, aku ingin bisa mengaji, dan aku ingin memiliki teman," ujar Riyan.

Tiga harapan sederhana yang Riyan ucapkan. Sudah belasan tahun ia dikucilkan dari masyarakat bahkan keluarganya sendiri. Ayah dan ibunya tak mengakuinya, tak menerima keadaan fisiknya, sehingga semenjak bayi Riyan diasuh oleh neneknya. Tak terima istrinya mengasuh cucunya, sang kakek pun ikut meninggalkannya. Kini Riyan hanya tinggal berdua dengan neneknya dengan kondisi seadanya.



Setiap pagi, nenek Riyan pergi mengayuh sepeda menjadi asisten rumah tangga dan meninggalkan Riyan seorang diri di rumahnya. Tak banyak yang bisa dilakukan olehnya karena keterbatasan fisik, dan Riyan biasa membersihkan rumah seperti menyapu, mengepel, dan mencuci piring.

Sejak lahir, dokter mendiagnosa Riyan menderita hidrosefalus. Menurut dokter, biasanya penyakit semacam ini tak bertahan lama, tapi Riyan sanggup menahannya hingga dua belas tahun. Meski sakit kepala luar biasa sering menghampirinya, ia hanya mampu beli obat warung untuk meringankan sakitnya. Tak hanya itu, kakinya semakin hari semakin kecil membuat lumpuh tak bisa berjalan.



Di usianya yang kini menginjak 12 tahun, tidak banyak kosakata yang ia pahami karena kesehariannya hanya dihabiskan di rumah saja. Bukan tanpa alasan ia mengurung diri di rumah, hanya saja untuk belajar di sekolah, neneknya tidak punya biaya dan waktu karena harus bekerja untuk menghidupi mereka berdua. Ketika berada di luar rumah, tidak jarang teman sebayanya mem-bully Riyan, sehingga ia merasa lebih nyaman berada di rumah. Orang-orang selalu mencemoohnya, selalu menganggapnya anak pembawa sial, diejek dengan sebutan "endas gede" (kepala besar) atau "setan tuyul". Pernah waktu itu ia dituding maling ayam dan hampir dipukuli. Untungnya nenek selalu ada disampingnya.



"Padahal boleh jadi pihak yang dicela itu justru lebih baik daripada pihak yang mencela. Bahkan inilah realita yang sering terjadi. Mencela hanyalah dilakukan oleh orang yang hatinya penuh dengan akhlak yang tercela dan hina serta kosong dari akhlak mulia. Oleh karena itu Rasulullah bersabda, "Cukuplah seseorang berbuat keburukan jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim," (HR Muslim)

InsyaAllah tim Aksi Cepat Tanggap Tegal akan membantu biaya penyembuhan penyakitnya, agar kian membaik keadaan fisiknya sehingga bisa membuat Riyan sehat kembali, lebih percaya diri dan tidak lagi di-bully. Selain itu InsyaAllah kami akan membantunya memperoleh pendidikan formal maupun agama, agar kelak Riyan bisa menjadi anak yang pintar dan bisa membahagiakan nenek tercintanya.

Yuk wujudkan keinginan Riyan untuk hidup bahagia bersama keluarga dan tercukupi kebutuhan hidupnya.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang