Hadiah rumah mengaji Ibu Hastuti untuk Santrinya

54 santri merupakan anak didikya, di rumahnya inilah mereka setiap malamnya lantunkan ayat demi ayat Al-Qur'an. Dengan perlengkapan seadanya, ibu Hastuti memiliki mimpi ingin mereonovasi rumahnya sebagai hadiah rumah mengaji layak untuk santrinya.

Simpan

Hadiah rumah mengaji Ibu Hastuti untuk Santrinya

Target

0 0

0%
0 29 hari tersisa

Hadiah rumah mengaji Ibu Hastuti untuk Santrinya

Update : 26 Oct, 2021


Ibu Hastuti (44 tahun) berkeinginan rumah tempat tinggalnya menjadi rumah mengaji layak untuk santri-santrinya yang saat ini di tempati belajar.

Tinggal seorang diri di rumah, selain bertani ibu Hastuti habiskan sisah hidupnya sebagai guru mengaji di kampungnya.

“Semenjak kedua orang tua saya meninggal rumah saya sangat sepi layaknya rumah saya di tengah hutan, mungkin ini hanya perasaan saya semenjak orang tua saya meninggal, tetapi membuat hati saya sangat rindu dengan suara keduanya yang setiap harinya menyebut nama saya”, ungkap Ibu Hastuti.

Kehilangan sosok ayah dan ibu adalah sebuah kepedihan yang mendalam bagi sang anak, seperti itulah yang dirasakan ibu Hastuti sampai saat ini.

Sejak itulah, ia berniat mewakafkan dirinya untuk menjadi guru mengaji bagi para santri yang ada dikampung halamannya.



“Sudah 2 tahun lebih rumah ini saya jadikan tempat mengajar mengaji, cukup sederhana tetapi inilah yang bisa saya berikan kepada mereka agar tetap bisa belajar mengaji”.

Pada tahun 2019 dan sejak kedua orang tuanya tiada, rumah tersebut dijadikan sebagai wadah hiburan bagi ibu Hastuti. Keceriaan anak-anak yang datang ke rumahnya membuatnya tegar dan semangat untuk terus menjalani roda kehidupan kedepannya.

“Dulunya saya mengajar anak-anak di masjid, namun karena mereka sering ditegur karena ribut dengan bermain-main, akhirnya saya pindahkan mereka semua untuk belajar mengaji di rumah pribadi saya untuk kenyamanan jamaah”.

Tidak hanya mewakafkan dirinya sebagai guru mengaji, ia juga berkeinginan rumahnya bisa direnovasi menjadi rumah mengaji layak untuk santri yang ingin belajar.



Rumahnya yang berada di pelosok desa tepatnya di Dusun Pandanga Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Prov. Sulawesi Selatan, disanalah lantunan ayat demi ayat terdengar di malam hari.

Juang semangatnya dengan bekerja sebagai petani untuk bisa merenovasi rumahnya menjadi rumah mengaji dengan fasilitas lengkap, sampai saat ini belum terwujud dikarenakan penghasilan dari bertani hanya mencukupi untuk kebutuhan sehari-harinya seperti makan dan membelikan snack untuk santrinya.

“Saya pernah mencoba bertani dengan menanam jagung, modal yang saya gunakan hampir 10 jutaan, namun karena musim kemarau berkepanjangan, saya mengalami kerugian karena gagal panen”.

Tidak surut, penghasilan yang tidak menentu membuatnya terus berikhtiar untuk terus memberikan yang terbaik kepada santrinya.


“Di TKA-TPA ini saya membina kurang lebih 50-an orang santri, kadang saya dibantu oleh adik-adik yang bacaannya sudah Al-Quran untuk mengajar santri saya yang masih Iqro”.

Tidak hanya anak-anak, Ibu Hastuti juga mulai mengajar ibu-ibu yang masih fasih membaca Al-Qur’an. Kehadiran mereka semua lah, yang memberikan semangat ibu Hastuti ingin mewakafkan diri dan rumahnya sebagai tempat belajar ilmu agama sebagai bekal di akhirat kelak hingga akhir hayatnya.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Sedekah Sekarang