10 Tahun Lumpuh Seluruh Tubuh, Bantu Sediakan Guru Belajar Untuk Arifin

Lebih dari 10 tahun lumpuh, Arifin terpaksa mengubur sejenak keinginannya untuk terus belajar. Sang ibu tak mempunyai biaya untuk memanggil guru ke rumah. Mari bantu wujudkan keinginan Arifin untuk terus belajar dengan membiayai guru untuknya!

Simpan

10 Tahun Lumpuh Seluruh Tubuh, Bantu Sediakan Guru Belajar Untuk Arifin

Target

0 0

0%
0 53 hari tersisa

10 Tahun Lumpuh Seluruh Tubuh, Bantu Sediakan Guru Belajar Untuk Arifin

Update : 28 Oct, 2021


"Minta doa sama Allah, doa surat-surat pendek. Syahadat dan fatihah. Kalo bisa minta anak saya sembuh sama Allah."

Tak pernah terbayangkan di benak Bu Ngatinah bahwa anak bungsunya, Arifin akan menjadi lumpuh. Masih teringat jelas di ingatan sang ibu ketika 10 tahun lalu Arifin duduk di bangku kelas 4 SD. Ia mengantarkan Arifin sekolah seperti biasa. Ketika siang hari sedang membereskan rumah, ternyata datanglah teman-teman Arifin yang mengantarkan anaknya pulang dengan keadaan lemas setelah disuntik polio.



Beberapa setelah kejadian Arifin diantar pulang, anaknya mengalami demam dan mengaku kakinya linu-lemas. Bu Ngatinah mencoba untuk membawa Arifin ke dokter terdekat dan dokter disarankan untuk membawa Arifin ke rumah sakit yang lebih besar di kota. Setelah diperiksa di rumah sakit kota, dokter mengatakan bahwa ada permasalahan di bagian saraf dan harus segera dilakukan operasi.

Namun Bu Ngatinah tak bisa berbuat apa-apa, apalagi ketika mengetahui biaya operasi berkisar 100 juta rupiah. Perjalanan ke rumah sakit kota saja harus mengumpulkan uang terlebih dahulu. Ia hanya seorang buruh tani dan pembuat gula nira yang penghasilan per bulannya tak lebih dari 200 ribu.



Semakin hari kaki Arifin tak ada kemajuan, kakinya semakin kaku dan susah untuk digerakkan. Namun hal tersebut tak menjadikan Arifin rendah diri dan menyerah, ia masih ingin melanjutkan sekolah. Bu Ngatinah menjadi ikut terpacu melihat semangat Arifin.

“Dulu waktu SD sampai SMP kelas 2, Arifin selalu saya antar-jemput sekolah. Ya digendong di belakang punggung. Pokoknya nggak apa-apa berat asalkan Arifin semangat sekolah. Capek saya hilang lihat dia mau sekolah. Gendong ke sekolah sekitar 2 km. Pernah juga waktu gendong saya sama Arifin jatuh nggelinding ke bawah, ya kaki luka… hehehe," kenang Bu Ngatinah sembari tertawa.



Namun mimpi Arifin untuk terus bersekolah terpaksa berhenti. Bu Ngatinah semakin renta, ia sudah tak kuat jika harus menggendong Arifin sejauh 2 km ke sekolahnya. Ia juga tak mampu untuk membayar ojek atau mengundang guru ke rumah.

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain...” (HR. Thabrani)

InsyaAllah, ACT-MRI Kulon Progo akan berusaha menghadirkan guru privat (home schooling) untuk membantu Arifin meneruskan belajar dan mencapai impiannya, serta memberikan fasilitas pendukung sepeeri alat tulis, popok, dll.

Sahabat, mari bantu ringankan beban Bu Ngatinah dan bantu Arifin untuk melanjutkan sekolahnya dengan menghadirkan guru untuk Arifin.

Salurkan sedekah terbaikmu dengan cara:

1. Klik Sedekah Sekarang
2. Masukkan nominal sedekah
3. Masukkan informasi pelengkap dan pilih metode transfer seperti BSI/Mandiri/BCA/BNI/BRI, Gopay atau OVO
4. Selesaikan dengan klik Sedekah
5. Dapatkan laporan sedekah dari email dan atau whatsapp yang kamu cantumkan

Jangan lupa share program sedekah ini agar semakin banyak yang ikut membantu.
Salam hangat!

*dengan bersedekah melalui laman ini, kamu telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Ayo ikut berkontribusi dengan menjadi fundraiser pada campaign ini.
Sedekah Sekarang